Bahas bela negara, Menhan temui Buya Syafii Maarif
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengunjungi rumah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif di kawasan Nogotirto, Sleman, DIY, Minggu (5/3) siang. Dalam pertemuan tersebut, Menhan dan Buya Syafii membincangkan tentang kerjasama bela negara.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengunjungi rumah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif di kawasan Nogotirto, Sleman, DIY, Minggu (5/3) siang. Dalam pertemuan tersebut, Menhan dan Buya Syafii membincangkan tentang kerjasama bela negara.
"Tadi bahas bela negara karena ada kerjasama dengan Muhammadiyah. Jadi tidak sekadar hanya MoU saja. Tapi juga dilaksanakan," ujar Ryamizard.
Ryamizard menjelaskan bahwa tiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan bela negara. Hal ini, lanjut Ryamizard, diatur oleh konstitusi.
Bela negara, sambung Ryamizard juga wajib diikuti oleh ormas-ormas di Indonesia. Ormas-ormas wajib disadarkan akan kewajiban bela negara. Dengan kesadaran maka mereka akan mau ikut dan berkewajiban bela negara.
"Sejak jadi Menhan, sudah 17 juta orang dari 77 juta orang yang sudah menjalani wajib bela negara," tutur Ryamizard.
Menanggapi isu bela negara, Buya Syafii menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan pihak-pihak yang membuat gaduh. Penegakan hukum, sambung Buya Syafii harus ditegakkan.
"Dia (menhan) adalah prajurit sejati. Dia tidak terkontaminasi politik. Lurus. Saran saya semua elemen bangsa yang radikal harus disadarkan. Kalau tidak mau sadar ya dihukum saja," tegas Buya Syafii.
Rombongan Ryamizard datang ke rumah Buya Syafii sekitar pukul 14.00 WIB. Setibanya di rumah Buya Syafii, Ryamizard yang datang menggunakan baju batik lengan panjang ini langsung disambut jabat tangan. Setelahnya Ryamizard dan Buya Syafii menuju ruang tamu untuk melanjutkan pembicaraan.(mdk/did)