LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kuasa hukum Novel: Pimpinan KPK menyedihkan, kurang nongkrong

"Untung Novel bukan di Hawaii, kalau di Hawaii mungkin dia ketemu Novel pakai celana Hawaii gak pakai baju ha-ha-ha," kata Haris.

2017-08-16 16:59:55
Novel Baswedan Ditangkap
Advertisement

Usai menjalani pemeriksaan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di KBRI Singapura, Senin (14/8) berujung kekecewaan. Tidak hanya kekecewaan dari Novel terhadap pihak penyidik kepolisian terkait kasus penyiramannya.

Kuasa hukum Novel Baswedan, Haris Azhar Azis, juga mengkritik langkah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mendorong diungkapnya kasus penyerangan terhadap kliennya. Dia mengatakan, selama ini KPK sebagai institusi tempat Novel bekerja justru seakan tak memperhatikannya.

"Pimpinan KPK saya anggap memang menyedihkan untuk konteks novel, perhatiannya menyedihkan," ujar Haris di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Rabu (16/8).

Dia juga mengatakan sejak Novel diserang pada 11 April 2017, pimpinan KPK tidak ada satu pun yang menjenguk kliennya di Singapura.

"Baru kemarin setelah empat bulan pimpinan KPK bertemu Novel," ungkap Haris.

Mantan koordinator Kontras ini mengungkapkan bahwa pimpinan KPK, Laode Muhammad Syarief, pernah bertemu dengan Novel. Tetapi kata Haris, kunjungan Laode bertepatan saat berlibur dengan keluarganya di Singapura.

"Untung Novel bukan di Hawaii, kalau di Hawaii mungkin dia ketemu Novel pakai celana Hawaii gak pakai baju ha-ha-ha," kata Haris sambil berseloroh.

"Kalau kata anak-anak, gak asik, pimpinan KPK kurang nongkrong," ungkap Haris.

Kemudian, saat pemeriksaan kemarin di Singapura, Haris juga sempat bertemu dengan dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang. Dia menanyakan kepada mereka terkait sikap KPK terhadap penuntasan kasus Novel. Lalu keduanya mengungkapkan akan lebih fokus mendorong penuntasan kasus Novel.

"Kemarin saya ketemu pimpinan KPK pak Agus dan Saut. Gimana nih kasus Novel, katanya 'iya mas, kita mau tingkatkan fokus dan perhatian kita'," ungkap Haris sambil menirukan perkataan pimpinan KPK.

Baca juga:
Novel sebut kematian Johannes Marliem tak pengaruhi pengusutan e-KTP
Novel Baswedan: TPF sebaiknya tak melibatkan kepolisian
Novel Baswedan minta Miryam bersaksi dengan jujur soal korupsi e-KTP
Penyiraman air keras buat Novel Baswedan ingin ungkap kasus besar
Cerita Novel saat mendapat nasihat dan semangat dari warga biasa
Kubu Novel sebut polisi terburu-terburu nilai hasil pemeriksaan

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.