Kronologi Bus ALS Tabrak Truk Tangki hingga Terbakar di Jalan Lintas Sumatra, 16 Orang Meninggal Dunia
Adapun korban tewas 14 penumpang ALS, 1 Sopir Tangki, 1 Kenek Tangki.
Kecelakaan maut melibatkan bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangka minyak di Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5) siang. 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Kronologi kecelakaan bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.
Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar. Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Utara/Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.
Kecelakaan itu membuat minyak dari truk tangki tumpah ke jalanan. Benturan keras menyebabkan kebocoran dan minyak tumpah ke badan jalan. Dalam waktu singkat, api menyambar dan membakar kedua kendaraan tersebut.
Adapun korban tewas 14 penumpang ALS, 1 Sopir Tangki, 1 Kenek Tangki. Kondisi kendaraan ringsek berat akibat benturan frontal.
"Total 16 tewas, yang selamat ada empat orang, yang tiga luka bakar serius dan satu orang luka ringan," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, demikian dikutip dari Antara, Kamis (7/5).
16 Jenazah Dibawa ke RS Bhayangkara Palembang
16 jenazah korban kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangki di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (7/5) pagi pukul 05.00 WIB.
Seluruh jenazah tersebut dipindahkan dari Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau guna proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, mengonfirmasi bahwa setibanya di lokasi, seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin (freezer) sebelum memulai tahapan pemeriksaan.
"Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB," ujar Andrianto di Palembang.
Dia menjelaskan bahwa proses identifikasi korban kali ini merupakan tantangan yang cukup sulit, karena kondisi luka bakar pada jenazah.
Adapun tahapan identifikasi meliputi pemeriksaan ciri fisik tahap pertama yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses rekonsiliasi atau pencocokan data medis dengan data primer dari pihak keluarga.
"Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi," kata Andrianto.
Lima Korban Teridentifikasi
Dia mengatakan Polda Sumsel telah mendirikan posko di RS Bhayangkara Palembang untuk memfasilitasi pihak keluarga yang ingin melapor. Keluarga korban diminta segera datang dengan membawa identitas resmi atau data medis pendukung lainnya guna mempercepat proses DVI.
Terkait proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, kepolisian memastikan akan memberikan perlakuan terbaik hingga identitas benar-benar terverifikasi secara saintifik.
Adapun sementara ini, identitas korban yang teridentifikasi berdasarkan data sementara, lima korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi, namun masih harus didalami untuk kepastiannya.
Korban pertama adalah pengemudi truk tangki Seleraya bernama Aryanto (48), warga Lubuklinggau, dan penumpangnya, Martono (47), seorang petani asal Desa Belani. Keduanya dilaporkan meninggal di dalam kendaraan.
Sementara itu, tiga korban lainnya berasal dari bus ALS, yakni Alif (44) selaku pengemudi asal Jawa Tengah, serta dua orang kru bus yakni Saf (50) dan Maleh (42) yang keduanya berasal dari Medan.
Kesaksian Penumpang Selamat
Bus ALS dan truk tangki terbakar usai mengalami kecelakaan di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5). 16 orang meninggal dunia dalam insiden itu dan empat lainnya selamat.
Dua korban selamat di antaranya pasangan suami istri asal Gabus, Pati, Jawa Tengah, yakni Ngadiono bin Wage (44) dan Jumiatun binti Surip (34). Meski lolos dari maut, pasutri ini mengalami luka bakar serius.
Ngadiono luka bakar di tangan dan wajah. Sementara istrinya harus dirawat intensif di ICU karena luka parah akibat kecelakaan dan kebakaran.
Ngadiono mengaku sejak awal sudah khawatir dengan kondisi bus yang tak laik jalan. Dia dan istrinya berencana membatalkan menggunakan bus itu namun tiket tak bisa dikembalikan. Keterbatasan biaya membuatnya terpaksa tetap menumpangi bus ALS dari Pati menuju Medan.
"Kami lihat busnya tak pantas lagi jalan, tapi tiket tak bisa dibatalkan lagi, terpaksa kami tetap naik," kata Ngadiono.
Bus Gangguan di Jalan
Dalam perjalanan, ada-ada saja gangguan pada bus tersebut. Sopir harus menghentikan laju bus karena mengisi air radiator yang sempat kering.
Selain itu, oli terlihat berceceran selama perjalanan sehingga membuat penumpang makin khawatir. Namun pengemudi tetap melajukan kendaraan tanpa memperbaiki kerusakan.
Penumpang Selamat Lompat dari Jendela
Kecelakaan terjadi ketika sopir panik melihat ada percikan api di belakang badan bus. Sopir lantas banting setir ke kanan dengan tujuan menghindari akibat yang lebih fatal.
Ternyata ada truk tangki dari arah berlawanan melaju dengan kencang. Tabrakan kencang pun tak terelakkan.
Dalam hitungan detik, api menyambar bus dan terbakar. Saat itulah, Ngadiono mengajak istrinya keluar dari jendela.
"Saya ajak istri saya keluar dari jendela, waktu itu bus sudah terbakar," kata Ngadiono.
Begitu keluar dari bus dan menjauh, Ngadiono melihat api makin membesar disertai ledakan. Seketika jeritan dari penumpang bus hilang seiring api membakar seisi bus.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami hanya bisa melihat penumpang lain terbakar di dalam bus," kata Ngadiono.
Penyebab Kecelakaan Diselidiki Polisi
Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin mengatakan, 16 korban telah dibawa ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau untuk identifikasi. Kepolisian juga masih mendalami penyebab kecelakaan hingga terbakar.
"Masih lidik, saksi-saksi masih dimintai keterangan," kata Iin.