KRL vs metromini, Asmadi dikenal ceroboh & baru dua bulan jadi sopir
Ling yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan umum ini mengingatkan keponakannya untuk tidak ikut Asmadi.
Keluarga Agus Muhammad Irfan (37), kernet metromini 80 jurusan Kalideres-Grogol bernopol B 7760 FD yang ditabrak KRL Commuterline, mendatangi Rumah Sakit Sumber Waras. Mereka datang untuk mengambil jenazah Agus, salah satu korban tewas insiden kecelakaan maut di perlintasan Muara Angke, Jakarta Barat.
Paman Agus, Ling (39) menceritakan, sopir metromini Asmadi (34) memang dikenal ceroboh dan tidak sabar. Asmadi juga belum lama menjadi sopir metromini. "Sopirnya baru 2 bulan megang metromini, dia memang ceroboh dan nggak sabaran," kata Ling di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, Minggu (6/12).
Karena sudah tahu sifat Asmadi, Ling yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan umum ini mengingatkan keponakannya untuk tidak ikut Asmadi. Namun imbauan itu tak digubris.
"Saya terakhir ketemu semalam. Saya minta dia supaya hari ini tidak masuk kerja, tapi dia tetap narik," kata Ling.
Saat ini, pihak keluarga sedang mengurus administrasi jenazah Agus. Rencananya, Jenazah akan dimakamkan di Cipatuja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
(mdk/noe)