Krisdayanti: Saya bergerak dari dunia seni jadi politik berkebudayaan
Krisdayanti: Saya bergerak dari dunia seni jadi politik berkebudayaan. Soal pilihan jatuh ke PDI Perjuangan, kata Krisdayanti, hal itu karena latar belakang keluarganya yang nasionalis. Terlebih sang kakek pernah duduk sebagai anggota legislatif dari partai nasionalis ini untuk wilayah Malang.
Keputusan Krisdayanti untuk terjun ke dunia politik ternyata dilatarbelakangi alasan ideologis yang kuat. Lewat PDI Perjuangan, diva Indonesia ini ingin mewujudkan salah satu cita-cita Trisakti Bung Karno: Indonesia yang berkepribadian di bidang budaya.
"Jadi perpindahan saya sebenarnya tidak meninggalkan dunia keartisan saya. Tetapi saya bergerak dari dunia seni menjadi politik yang berkebudayaan. Karena saya mendapatkan tugas dan amanah untuk menggelorakan rasa cinta akan budaya nasional," kata Krisdayanti di sela-sela Pembekalan Bacaleg Nusantara di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakpus, Senin (30/7).
"Supaya Indonesia siap menjadi negara yang berkebudayaan melalui perempuan kuat, Indonesia hebat," imbuh Bacaleg DPR untuk Dapil Jatim V (Malang Raya) ini.
Soal pilihan jatuh ke PDI Perjuangan, kata Krisdayanti, hal itu karena latar belakang keluarganya yang nasionalis. Terlebih sang kakek pernah duduk sebagai anggota legislatif dari partai nasionalis ini untuk wilayah Malang.
"Juga dalam diri saya dan dorongan dari suami yang walaupun dia orang asing. Tetapi kami berdua itu ngefans sama PDI Perjuangan dari dulu," ujar perempuan kelahiran Batu 43 tahun silam ini.
Jika lolos ke Senayan nanti, Krisdayanti tertarik untuk duduk di Komisi X (Pendidikan-Kebudayaan-Olahraga) atau Komisi VIII (Agama-Sosial-Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).
"Ya kalau bicara tentang kebudayaan ya senang. Kalau bicara tentang bagaimana loyality kita untuk menggerakkan kaum wanita, rasa feminisme, senang juga ada di Komisi VIII. Tapi di mana pun tugas kita dari negara, harus siap," tegas ibu empat anak ini.
KD, biasa dia disapa, juga tidak takut kehilangan status diva jika nantinya terlalu bergelut di dunia politik. Baginya, label diva sulit hilang karena sudah menempel.
"Dimana pun saya nyanyi, kemana pun saya mungkin bisa dipanggil ibu legislatif atau ibu diva. Bisa saja nanti berimej seperti itu," ujarnya.
Baca juga:
Ini alasan Angel Karamoy maju caleg lewat PDIP
Pembekalan Bacaleg artis PDIP, bahas kebudayaan hingga sayur lodeh
Maju caleg DKI dari PAN, Ayu Azhari ingin harkat & martabat perempuan serta anak naik
Artis yang nyaleg harus bisa edukasi pemilih soal program kerja
Ini alasan PKS tak calonkan artis di Pileg 2019
Pesan Wanda ke caleg artis: Kalau terpilih tak sekedar datang, duduk, pulang