KRI Nanggala Hilang, Ahli Sebut Perairan Utara Bali Merupakan Palung dengan Arus Kuat
Pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 masih terus dilakukan, setelah dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.
Pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 masih terus dilakukan, setelah dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.
Kelompok Ahli Kelautan dan Perikanan Gubernur Bali, I Ketut Sudiarta menyampaikan, kondisi laut di perairan utara Bali berkategori palung laut.
"Kalau secara umum laut utara Bali atau disebut sebagai laut Bali itu merupakan laut transisi. Antara, paparan sunda yang dangkal dengan paparan sahul yang dalam," kata Sudiarta saat dihubungi, Sabtu (24/3).
Dia menerangkan, laut utara Bali itu termasuk kategori palung laut yang disebut sebagai Palung Laut Bali-Flores. Menyambung sampai ke laut Flores yang merupakan laut yang dalam.
Selain itu, di dekat Selat Lombok kedalaman laut sampai 1,3 kilometer. Sedangkan di utaranya Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali, itu sekitar 700 meter.
"Artinya semakin ke timur dia semakin dalam. Karena termasuk palung laut," imbuhnya.
Dia menjelaskan, perairan yang ditetapkan sebagai latihan TNI Angkatan Laut itu mulai dari Perairan Bayuwangi, Jawa Timur, sampai ke Utara Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.
"Itu memang sudah lama ditetapkan sebagai daerah latihan TNI Angkatan Laut sudah diblok sebagai daerah latihan TNI Angkatan Laut karena dalamnya. Dan itu, memang sebagai tempat percobaan kapal selam," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, kalau kondisi arus laut di Utara Bali memang termasuk arus global yang arusnya relatif kuat dan memutar. Arus kuat itu, karena dari arus besar pasifik yang masuk ke selat Makassar, lalu terus ke arah selatan dan menuju selat Lombok hingga ke Samudera Hindia.
Kemudian dari sebagian arus itu sekitar 10 hingga 20 persen terbawa ke timur dan memutar lagi dan masuk lagi ke Selat Lombok.
"Intinya di sana banyak arus termasuk arus balik. Karena adanya pengaruh arus global yang disebut dengan Alindo itu arus laut kepulauan Indonesia," jelasnya.
Nantinya, arus dari selat Makassar itu ke barat. Lalu, memutar lagi ke timur di selatannya Pulau Kangean dan berbelok lagi ke selatan. Nanti ke timur dan sebagian ke selat Bali dan sebagian ke timur. Maka dengan kondisi begitu terjadi arus balik ke Utara Bali.
"Lebih kuat ke timur. Begitu sampai di barat direfleksikan oleh dinding-dinding laut, dia dibalikin lagi ke timur," ujar Sudiarta.
Seperti yang diberitakan, Kapal Selam KRI Nanggala 402 hingga saat ini masih dilakukan pencarian. KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu (21/4).
Kapal ini merupakan salah satu kapal selam yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia pada 1981.
Baca juga:
Wapres Ma'ruf Doakan KRI Nanggala-402 Ditemukan dan Seluruh Awak Selamat
TNI AL Yakin Kru KRI Nanggala 402 akan Lakukan Penghematan Oksigen
Sudah 72 Jam Lebih, Kapal Selam KRI Nanggala 402 Belum Ditemukan
DPR Minta BPPT Dilibatkan dalam Pencarian Nanggala 402
Ayah Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 Optimis Anaknya Selamat