LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KRI Bung Karno akan Jadi Kapal Kepresidenan Menggantikan Barakuda

Yudo menjelaskan, KRI Bung Karno memiliki helikopter deck dengan performa lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi. Di dalamnya tersedia fasilitas sarana dan prasarana untuk kepresidenan.

2022-06-20 18:29:03
TNI AL
Advertisement

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menjelaskan, kapal KRI Bung Karno-369 dibangun untuk mengganti KRI Barakuda Kepresidenan. KRI Bung Karno nantinya digunakan sebagai kapal presiden.

"Jadi kapal ini adalah untuk mengganti kapal presiden kepresidenan yaitu KRI barakuda," kata Yudo di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (20/6).

Yudo menjelaskan, KRI Bung Karno memiliki helikopter deck dengan performa lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi. Di dalamnya tersedia fasilitas sarana dan prasarana untuk kepresidenan.

Advertisement

"Sehingga nanti bisa untuk mengganti KRI barakuda yang umurnya sudah kurang lebih 30 tahun, sehingga perlu ada modernisasi untuk kapal kepresidenan," kata Yudo.

Dia mengatakan, target penyelesaian kapal pada bulan Februari 2023. Saat ini masih dalam tahap pembangunan yang dimulai dari steel cuting, keel laying dan shipnaming, hingga delivery. Anggaran untuk membangun kapal ini sebesar Rp 300 miliar.

"Sehingga saya udah izin untuk menggunakan nama Bung Karno untuk Bu Mega (Megawati Soekarnoputri), beliau langsung menyetujui dan menggunakan nama Bung Karno untuk KRI korvet Kepresidenan ini," tuturnya.

Advertisement

Punya Senjata Anti Serangan Udara

Yudo melanjutkan, KRI Bung Karno akan memiliki senjata anti serangan udara dan disiapkan rudal. Kapal ini juga punya helideck, sehingga nantinya Presiden bisa naik helikopter dari tengah laut.

"Jadi bisa memiliki kemampuannya tempur tapi kemampuan tempurnya terbatas, jadi bukan tidak bisa untuk bawah air tapi kedepan apabila memungkinkan juga bisa kita pasangi sonar ataupun kita pasang torpedo," jelasnya.

KRI Bung Karno akan di tempatkan di Koarmada I atau standby di Jakarta. Sehingga, sewaktu-waktu bisa digunakan apabila Presiden akan mengunjungi suatu daerah.

Yudo mengungkapkan, alasan KRI Barakuda diganti karena kondisinya yang sudah tua dan perlu modernisasi. Kecepatannya juga sudah menurun.

"Kemudian kondisi permesinan dan fisiknya sudah menurun, sehingga kalau jadi kapal barakuda kita kembalikan fungsinya jadi kapal patroli," terang Yudo.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.