KPU Boyolali Siapkan TPS untuk Pengungsi Merapi di 4 Kecamatan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali menyiapkan antisipasi jika terjadi erupsi Gunung Merapi saat penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. Koordinasi telah dilakukan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, serta pihak terkait lainnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali menyiapkan antisipasi jika terjadi erupsi Gunung Merapi saat penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. Koordinasi telah dilakukan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, serta pihak terkait lainnya.
"Kita sudah menyiapkan, untuk 3 desa terdampak di sana (Klakah, Jrakah dan Tlogolele). Jika terdampak betulan, kita sudah siapkan empat kecamatan yang menyangga. Yakni Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk dan Ampel," ujar Komisioner Divisi Program dan Data KPU Boyolali, Pardiman, Jumat (13/11).
Sesuai regulasi, lanjut Pardiman, TPS untuk pengungsi karena bencana bisa dibuat di TPS lokasi pengungsian. Sedangkan untuk pengungsi yang di luar Kabupaten Boyolali, pihaknya baru akan mengkoordinasikan dengan KPU RI. Pasalnya pencoblosan tidak bisa dilakukan di luar kabupaten asal.
"Kita baru akan kordinasikan dengan KPU RI, jika ini terjadi. Regulasinya seperti apa, ini belum ada," katanya.
Pardiman menambahkan, untuk jumlah TPS saat ini di Desa Tlogolele sebanyak enam tempat, Klakah delapan TPS dan Jrakah sembilan TPS.
Namun dari jumlah tersebut tidak semua terdampak erupsi Merapi. Sedangkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk Desa Tlogolele sebanyak 2007 orang, Klakah 2.254 orang dan Desa Jrakah 3430 orang.
"Itu untuk ketiga desa. Sementara yang kemarin terdampak baru di Desa Tlogolele, pengungsinya ibu-ibu dan anak-anak. Jumlahnya tidak lebih dari 100 orang dan masih dalam satu desa," pengungsi.
(mdk/cob)