KPP Dukung Pernyataan Hendropriyono Soal Pertarungan Ideologi Pancasila Vs Khilafah
Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad mendukung pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono, perihal pertarungan Pemilu sekarang ini adalah dua ideologi berbeda.
Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad mendukung pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono, perihal pertarungan Pemilu sekarang ini adalah dua ideologi berbeda.
"Pernyataan mantan KaBIN Hendropriyono soal pertarungan ideologi Pancasila dan Khilafah dalam Pilpres pemilu 2019 memang benar adanya," kata Rosyid Arsyad dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (5/4).
Rosyid menuturkan masyarakat harus memilih Capres dan Cawapres yang selalu mengusung ideologi Pancasila, untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik meskipun dalam keberagaman.
"Yang bisa mempersatukan agama, suku, budaya dan bahasa yang ada di Indonesia, hanya terdapat di sosok pasangan Joko Widodo dan KH Maruf Amin. Saya mengajak pedagang dan masyarakat Indonesia untuk memilih dan menangkan 01 Jokowi Ma'ruf Amin yang menjaga Pancasila. Pancasila sebagai pemersatu rakyat dari perbedaan agama, suku, budaya dan bahasa yang ada di Indonesia" tegasnya.
Lebih lanjut rosyid juga menjelaskan selama kepemimpinan Jokowi, pemerataan pembangunan hampir dilakukan di seluruh wilayah Indonesia khususnya di wilayah Indonesia.
"Kita lihat pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol, pelabuhan, bandara dan di desa-desa. Di mana pembangunan ini tentunya memudahkan pengusaha untuk memangkas jarak tempuh dan tentunya membuat biaya transportasi semakin berkurang," tegasnya.
Sebelumnya, Hendropriyono menilai Pemilu 2019 yang digelar serentak 17 April mendatang sangat berbeda dari Pemilu pernah dilaksanakan di Indonesia. Menurut dia, pertarungan Pemilu sekarang ini adalah dua ideologi berbeda.
"Pemilu kali ini yang berhadap-hadapan bukan saja hanya subjeknya. Orang yang berhadapan bukan hanya kubu, kubu dari Pak Jokowi dan kubu dari Pak Prabowo, bukan. Tapi ideologi," kata Hendropriyono di Gedung Pertemuan Kesatrian Soekarno Hatta, BIN, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (28/3).
Hendropriyono mengatakan, yang bertarung pada Pemilu kali ini adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat harus mulai menentukan pilihan dan memahami calon pemimpin dipilih pada Pemilu 2019.
"Bahwa yang berhadap-hadapan adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Tinggal pilih yang mana. Rakyat harus jelas mengerti. Bahwa dia harus memilih yang bisa membikin dia selamat," ujar dia.
Sementara itu, Capres Prabowo Subianto dalam debat beberapa waktu lalu mengaku kerap dituduh mendukung ideologi khilafah. Dengan tegas pensiunan jenderal bintang tiga itu mengatakan fitnah itu sangat kejam.
"Seolah-olah saya membela khilafah, seolah-olah saya melarang tahlilan dan sebagainya. Ini tak masuk akal," tutur Prabowo di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (30/3).
Baca juga:
Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di GBK Minggu Lusa
'People Power' Amien Rais Dinilai Inkonstitusional
Caleg Gerindra Lapor Bawaslu Soal Calo Suara DPR di Malaysia
Kasus Pelanggaran Pidana Pemilu Wawali Semarang Hevearita G Rahayu Dihentikan
Cegat Ma'ruf Amin, Suwanti Mengaku Punya Pesan dari Sunan Bonang untuk Jokowi
Amankan Pemilu, Kodam IV Diponegoro Terjunkan 14.150 Personel