LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KPK Minta Data Peter Gontha Soal Harga Sewa Pesawat Garuda yang Disebut Kemahalan

Ali menambahkan, bila dari hasil telaah dan kajian data ditemukan adanya indikasi peristiwa pidana, maka KPK tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah penindakan.

2021-11-02 13:26:03
KPK
Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Peter Gontha dapat memberikan data rinci soal harga sewa pesawat Garuda Indonesia yang dicap terlalu mahal. Menurut Ali, KPK dapat memeriksa data itu guna menindaklanjuti ketimpangan angka bila benar terdapat dugaan korupsi.

"KPK mendorong data tersebut diserahkan ke KPK, KPK bakal dalam dari data-data itu," kata Ali dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (2/11).

Ali menambahkan, bila dari hasil telaah dan kajian data ditemukan adanya indikasi peristiwa pidana, maka KPK tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah penindakan.

Advertisement

"Kami sadar betul, bahwa keberhasilan KPK selama ini dalam mengungkap berbagai modus tindak pidana korupsi, tak lepas dari peran aktif masyarakat," jelas Ali.

Hal disinggung Peter Gontha adalah data penyewaan pesawat Garuda Indonesia yang dianggap terlalu mahal tidak sesuai pasar, seperti sewa Boeing 777 yang harga pasarannya USD750.000 per bulan disewa Garuda dengan tarif USD1,4 juta.

Melalui keterangan terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menanggapi pernyataan Peter Gontha. Dia menyatakan, bila dugaan tersebut benar, maka KPK harus melakukan tindaklanjut.

Advertisement

"Kita dorong supaya mantan komisaris atau mantan direksi pada saat itu diperiksa saja untuk mengecek bagaimana dulu sampai penyewaan pesawat tersebut bisa terjadi," kata Arya dalam keterangan resmi diterima, Senin, 1 November 2021.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber : Liputan6.com

Baca juga:
Wakil Ketua DPR: Pailit Garuda Indonesia Sudah di Depan Mata
DPR Dorong Pembentukan Pansus Garuda Indonesia
Pemerintah Dorong Mantan Pejabat Garuda Indonesia Buka Data Kejanggalan Proses Bisnis
Presiden Joko Widodo Tiba di Italia untuk Hadiri KTT G20
Garuda Indonesia Dipakai Jokowi Kunker Luar Negeri, Menteri Erick Puji Aspek ini
Garuda Indonesia Angkut Ekspor Puluhan Ton Garmen dan Manggis ke Dubai Serta China

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.