LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KPK Eksekusi Eks Deputi IV Kemenpora Mulyana

Eksekusi dilakukan setelah Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat berkekuatan hukum tetap. Diketahui Mulyana divonis 4 tahun enam bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

2019-09-30 20:21:48
OTT Kemenpora
Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga pada Kemenpora Mulyana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten.

"KPK telah melakukan eksekusi terhadap terpidana Mulyana ke Lapas Klas I Tangerang pada hari Senin, 30 September 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/9).

Eksekusi dilakukan setelah Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat berkekuatan hukum tetap. Diketahui Mulyana divonis 4 tahun enam bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Advertisement

Mulyana terbukti menerima suap dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy agar mempermulus pencairan dana hibah untuk KONI. Mulyana terbukti menerima 1 unit mobil Fortuner, satu buah kartu ATM debit BNI dengan saldo sekitar Rp100 juta, uang Rp300 juta, dan satu ponsel merek Samsung Galaxy Note 9.

Putusan terhadap Mulyana lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut 7 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam menjatuhkan hukuman ini, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Mulyana dinilai tidak mendukung program pemerintah yang sedang fokus dalam tindak pidana korupsi.

Advertisement

Sedangkan untuk hal yang meringankan, Mulyana dinilai bersikap sopan dan terus terang di persidangan, belum pernah dihukum, mempunyai tanggungan istri dan anak, telah mengembalikan seluruh pemberian yang diterimanya, merasa bersalah dan sangat menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut. Mulyana juga dinilai telah turut serta menyukseskan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Meski demikian, Majelis Hakim memutuskan menolak Justice Collaborator (JC) yang diajukan Mulyana. Menurut hakim, Mulyana tidak menenuhi syarat sebagai JC.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
VIDEO: Kenakan Rompi Oranye, Imam Nahrawi Resmi Ditahan KPK
Ekspresi Imam Nahrawi Saat Resmi Ditahan KPK
Imam Nahrawi Ditahan KPK usai 8 Jam Diperiksa Sebagai Tersangka Suap Dana Hibah KONI
Besok, KPK Panggil Imam Nahrawi
KPK Periksa Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Suap Dana Hibah KONI

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.