KPK Dijaga Ketat Pasca-Bom Polsek Astana Anyar, Petugas Pakai Rompi Antipeluru
Penjagaan di sejumlah lokasi diperketat menyusul serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12) pagi. Pengetatan di antaranya terlihat di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahkan petugas yang berjaga mengenakan rompi antipeluru dan beberapa memakai helm.
Penjagaan di sejumlah lokasi diperketat menyusul serangan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12) pagi. Pengetatan di antaranya terlihat di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahkan petugas yang berjaga mengenakan rompi antipeluru dan beberapa memakai helm.
"Iya, sebagai langkah preventif sesuai standar pengamanan personel dan obyek vital di lingkungan KPK," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (7/12).
Diketahui, aksi bom bunuh diri terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12) pagi. Akibat aksi itu, pelaku tewas di tempat. Sementara sejumlah anggota kepolisian terluka, seorang di antaranya meninggal dunia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambangi Polsek Astana Anyar. Dia menyatakan, pelaku merupakan mantan narapidana terorisme atas nama Agus Sujianto alias Abu Muslim bin Wahid.
"Dari hasil sidik jari dan kemudian juga kita lihat dari face recognition identik menyebut identitas pelaku Agus Sujarno atau Agus Muslim. Yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo dan dihukum 4 tahun, di bulan September atau Oktober 2021 bebas," tutur Listyo di Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).
"Tentunya kegiatan yang bersangkutan kita ikuti, namun demikian yang bisa dijelaskan. Pelaku terafilasi JAD Bandung atau Jabar dan tim terus bekerja menuntaskan peristiwa terjadi," sambungnya.
Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com.
(mdk/yan)