KPK Buka 15 Ribu Amplop Serangan Fajar Bowo Sidik, Berisi Rp 300 Juta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka 15 ribu amplop berisi uang diduga dipersiapkan anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP) untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka 15 ribu amplop berisi uang diduga dipersiapkan anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP) untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.
"Sampai siang ini tim mulai masuk pada kardus keempat. Sejauh ini telah dibuka 15 ribu amplop," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (4/4).
Dari 82 kardus dan dua boks kontainer itu, terdapat uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop tersebut.
Uang tersebut diduga terkait pencalonan Bowo sebagai anggota DPR di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II.
Adapun, kata Febri, dari 15 ribu amplop yang telah dibuka itu, total terdapat Rp 300 juta.
Sebelumnya, KPK menyebutkan bahwa pada tiga kardus yang telah dibuka sebelumnya terdapat gambar jempol pada amplop. Namun KPK menyatakan bahwa tidak terdapat tulisan nomor urut dari salah satu pasangan calon presiden dalam Pemilu 2019.
"Tidak ada nomor urut, yang ada adalah cap jempol di amplop tersebut," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/4).
Ia pun menyatakan bahwa amplop itu diduga memang akan digunakan oleh Bowo Sidik untuk 'serangan fajar'.
"Jadi kami tegaskan tidak ada keterkaitan dengan kepentingan-kepentingan lain berdasarkan fakta-fakta hukum yang kami temukan saat ini. Memang ada stempel atau cap-cap tertentu di amplop tersebut tetapi sejauh ini fakta hukum yang ada itu masih terkait kebutuhan Pemilu Legislatif," ucap Febri. Dikutip dari Antara.
Baca juga:
Tundukan Kepala, Bowo Sidik Pangarso Jalani Pemeriksaan KPK
Usut Kasus Amplop 'Cap Jempol', Fahri Hamzah Sarankan KPK Libatkan Bawaslu
Usai Bongkar Kardus Bowo Sidik, KPK Temukan Amplop dengan Cap Jempol
Bowo Sidik Pangarso Tertunduk Usai Jalani Pemeriksaan Perdana
Pemprov Jateng Ingatkan Kepala Daerah 3 Kerawanan Agar Terhindar OTT KPK
Geledah Kantor PT Pupuk Indonesia Hingga Rumah Bowo Sidik, KPK Sita Dokumen Kerjasama