LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KPK anggap pernyataan Fahri Hamzah hanya kepentingan politik

Indriyanto menegaskan, KPK sudah membuktikan kepada publik telah menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangan.

2015-08-19 13:10:02
KPK
Advertisement

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, melontarkan kritik pedas terhadap KPK. Politikus PKS ini menyatakan kalau KPK lebih baik dibubarkan dengan alasan KPK memiliki kewenangan yang berlebih.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menganggap apa yang disampaikan Fahri merupakan bagian dari kepentingan politik.

"Dengan latar belakang jabatan dan kepentingan politik, kami memahami komentar saudara Fahri terhadap statement-statement tersebut," kata Indriyanto saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (19/8).

Indriyanto menegaskan, KPK tidak mau ambil pusing menyangkut pernyataan Fahri. Dia menegaskan pihaknya sudah membuktikan kepada publik kalau KPK menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangan.

"Bagi kami, tugas-tugas dan menjalankan wewenang KPK sudah membuktikan profesionalitas sebagai penegak hukum dengan membangun kepercayaan publik dalam mencegah menindak perbuatan koruptif," ungkapnya.

Indriyanto mencontohkan bukti-bukti kalau KPK sudah berjalan sesuai fungsinya. Di antaranya, menangkap tangan para pejabat negara termasuk kader partai yang korup.

"Antara lain OTT (operasi tangkap tangan) terhadap pejabat negara juga perilaku-perilaku tercela dan menyimpang dari lembaga termasuk parpol yang menjabat kekuasaan publik seperti DPR maupun Kementerian atau kelembagaan," pungkasnya.

Sebelumnya, Fahri juga juga menuding selama 10 sampai 12 tahun lembaga superbody ini hanya melakukan pencitraan. Wasekjen PKS itu menilai sebagai lembaga pemberantas korupsi, sejauh ini KPK belum mampu mengungkap kasus-kasus yang melibatkan mafia besar.

"Apa yang hilang sekarang? Mana mafia minyak, mana mafia gas, mana mafia tanah, mana mafia pajak, mana mafia daging? Enggak ada, omong kosong. Semua itu kan dicitrakan saja itu," kata Fahri di gedung DPR, Selasa (18/8).

Baca juga:
Hadi Poernomo belum ada kuasa hukum, sidang PK praperadilan ditunda
Sidang PK praperadilan Hadi Poernomo digelar hari ini di PN Jaksel
Marah ucapan Mega dipelintir media, PDIP pertimbangkan langkah hukum
Menkum HAM ngaku tak dengar pidato Mega soal KPK dibubarkan
Dukung Megawati, Fahri Hamzah bilang KPK bahaya kalau dibiarkan
KPK resmi jebloskan dua tersangka suap Pilkada Lebak ke bui
Rieke sebut pernyataan Megawati soal KPK banyak dipelintir media

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.