KPHI nilai pelayanan haji tahap awal berjalan baik
Namun masih ada catatan yang perlu perbaikan tahun depan. Salah satunya soal menu katering.
Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) dalam pekan ini memantau penyelenggaraan ibadah haji di Madinah. Hasil pengawasannya, semua sudah berjalan dengan baik. Namun masih ada catatan yang perlu perbaikan tahun depan.
"Karena ini baru awal ya. Pemondokan bagus, transportasi di-upgrade. Ini progresnya bagus dibanding tahun lalu,” kata Wakil Ketua KPHI, Imam Addaruquthni di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Madinah, Jumat (4/8).
Ada beberapa hal krusial dalam masalah perhajian. Di antaranya adalah soal pemondokan, transportasi serta bagasi. "Hanya persoalan umum biasanya. Katering misalnya, belum ada menu diet untuk jemaah yang risti (risiko tinggi)" jelasnya.
Untuk menu diet contohnya, akan dijadikan bahan evaluasi dan diusulkan tahun depan. Sebab, soal katering tidak bisa diubah sembarangan di tengah jalan.
KPHI telah mengecek beberapa lokasi seperti bandara, klinik kesehatan dan katering. Ada persoalan umum tapi tidak krusial, contohnya adalah koper jemaah. "Koper sudah sampai di sini (Madinah) tapi jemaahnya belum. Perlu ada koordinasi lagi antara di sini (Madinah) dengan di sana (Indonesia)" jelasnya.
Sementara anggota KPHI Lilien Ambarwati mengatakan, pemantauan ini baru tahap awal. Dari pengawasan awal ini sudah berjalan dengan baik. Ia mencontohkan, jemaah yang ditempatkan di pemondokan jauh dari Nabawi disediakan bus Shalawat. "Yang jaraknya di atas 600 meter disediakan bus," katanya.
Baca juga:
Beragam fasilitas bus jemaah haji Indonesia
8.919 calon haji Embarkasi Solo diberangkatkan, 3 meninggal
Mendaki Jabal Uhud, gunung yang dicintai nabi
Besok, 389 jemaah Indonesia diberangkatkan dari Madinah ke Makkah
UPDATE: 8 Jemaah haji Indonesia meninggal di Madinah