LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KPAI sebut buku balita mengandung ajaran LGBT sangat bahaya

Komisioner KPAI Bidang Napza, Pornografi dan Cyber Crime, Margaret Aliyatul Maimunah menjelaskan huruf-huruf vokal di konten dalam buku tersebut bisa berdampak buruk bagi sosiologis anak di masa depan.

2017-12-28 19:00:00
KPAI
Advertisement

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan buku berjudul 'Balita Langsung Lancar Membaca' berisi konten yang mengkampanyekan Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Penulis buku tersebut adalah Intan Noviana dengan penerbitnya Pustaka Widyatama.

Komisioner KPAI Bidang Napza, Pornografi dan Cyber Crime, Margaret Aliyatul Maimunah menjelaskan huruf-huruf vokal di konten dalam buku tersebut bisa berdampak buruk bagi sosiologis anak di masa depan. Dalam hal ini pun KPAI mendesak penerbit untuk segera merevisi isi buku tersebut.

"LGBT termasuk perilaku sosial menyimpang, semua agama menolak adanya LGBT. Dari kecil jika sudah ditanamkan maka akan menginternalisasi dan akan berdampak pada perilaku anak kemudian," ucap Aliyatul di kantor KPAI, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).

Advertisement

Diketahui, buku yang berjudul 'Balita Langsung Lancar Membaca' itu memuat kata kata Opa bisa jadi waria, Fafa merasa dia wanita, dan ada waria suka wanita. Ali khawatir, jika balita membaca dari usia dini dampaknya akan terlihat ketika dewasa nanti.

Sebab lanjutnya, usia anak mulai dari 0 sampai 8 tahun termasuk usia golden age. kata Aliyatul, dalam pondasi anak usia dini, penanaman nilai anak terdapat pada usia tersebut. Sebab itu, anak dapat menyerap apapun dan menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.

"Anak akan merekam menganggap ada waria suka wanita itu sebagai kebenaran. Ini sangat bahaya," ujar Aliyatul.

Advertisement

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPAI lainnya bidang traficking dan eksploitasi anak Ai Maryati Sholihah menegaskan LGBT berdampak buruk bagi mindset anak.

"Pertama yang harus difokuskan adalah konten kampanye LGBT di dalam buku itu. Ini memberikan arah pandangan anak, oh ternyata boleh perempuan dengan perempuan menikah. Jadi ini prinsip KPAI untuk mengusut penerbit supaya direvisi buku itu," papar Ai di lokasi yang sama.

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.