Kota Samarinda dan Balikpapan Jadi Zona Merah Covid-19 di Kalimantan Timur
Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan penambahan kasus Covid-19 tertinggi hari ini, dengan 43 kasus. Total ada 823 kasus. Di mana, kota Samarinda dan Balikpapan hari ini, menjadi zona merah penularan Covid-19 di Kalimantan Timur.
Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan penambahan kasus Covid-19 tertinggi hari ini, dengan 43 kasus. Total ada 823 kasus. Di mana, kota Samarinda dan Balikpapan hari ini, menjadi zona merah penularan Covid-19 di Kalimantan Timur.
Dari info grafis kasus Covid-19 hari ini, kota Balikpapan mencatatkan jumlah kasus tertinggi dengan 297 kasus. Di mana, angka sembuh 230, dan angka kematian akibat Covid-19 ada 7 orang. Untuk yang masih dirawat ada 60 orang.
Kota Samarinda sendiri, kasus Covid-19 terus meningkat drastis selama sepekan terakhir. Apabila per Kamis (16/7) kemarin ada 133 kasus, sekarang menjadi 151 kasus. Angka sembuh ada 64 kasus, dan angka meninggal 5 kasus. Sementara, yang dirawat 82 kasus.
"Iya (Balikpapan dan Samarinda zona merah) berdasarkan jumlah kasus aktif," kata Jubir Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (17/7) malam.
Dalam penjelasan virtual, Andi mengungkap ada 43 kasus positif Covid-19 baru di Kalimantan Timur hari ini, sekaligus penambahan yang tertinggi sejak kasus Covid-19 di Kalimantan Timur. Sebelumnya, penambahan tertinggi kasus harian hanya 34 kasus.
Sebaran 43 kasus kasus Covid-19 baru di Kalimantan Timur itu, ada kabupaten Berau 6 kasus, Kutai Barat 3 kasus, Kutai Timur 2 kasus, Paser 3 kasus, kota Bontang 2 kasus dan kota Balikpapan 9 kasus, dan Samarinda 18 kasus.
Namun demikian, Kaltim juga mencatat penambahan 18 kasus sembuh dari Covid-19 hari ini. Pasien sembuh itu ada di Berau 2 kasus, Kutai Kartanegara 2 kasus, Kutai Timur 6 kasus, Paser 1 kasus, kota Samarinda 1 kasus, dan Balikpapan 6 kasus.
"Total ada 552 kasus sembuh, dengan angka kematian 17 kasus, dan yang masih dirawat ada 254 kasus. Kami minta masyarakat terus waspada, dengan terus menerapkan protokol kesehatan ketat," imbuh Andi.
(mdk/gil)