Korupsi subur di sektor pajak dan pertambangan
Terungkapnya kasus TH merupakan puncak gunung es dari maraknya praktik suap di Ditjen Pajak
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (6/6) malam kembali menangkap tangan seorang pegawai Ditjen Pajak. Kasie Pelayanan dan Konsultasi Kantor Pelayanan Pajak di Sidoarjo Jawa Timur, TH alias Tommy Hendratmo, ditangkap saat sedang melakukan transaksi suap dengan seorang pengusaha JG di sebuah rumah makan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR, Indra mengatakan, sektor pajak dan pertambangan merupakan sektor yang sangat subur dengan praktik korupsi.
"Jadi janganlah bangsa ini menjadi bangsa keledai yang terus terjebak pada lubang yang sama," kata Indra di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/6).
Dia juga mengatakan, terungkapnya kasus TH merupakan puncak gunung es dari maraknya praktik suap di Ditjen Pajak. Menurutnya, kasus TH merupakan kasus besar yang harus diungkap hingga tuntas.
"Saya yakin ini hanya kecil di puncak permukaannya tapi di dalamnya akan sangat luar biasa," kata politisi PKS ini.
"Perusahaan-perusahaan apa saja yang sebelumya menggunakan jasa TH? Bagaimana keterlibatan atasan dan rekan kerja TH lainnya? Kenapa wajib pajak lebih suka memberikan atau menyuap pegawai pajak dari pada membayar pajak ke negara? Itu semua harus diungkap oleh KPK," lanjutnya.
Menurutnya, birokrasi yang rumit dan mentalitas yang korup merupakan akar dari segala macam praktik suap di Ditjen Pajak. Karena itu, dia mendesak perombakan besar-besaran di tubuh Ditjen Pajak.
"Jadi kalau SBY memang serius ingin memberantas korupsi di negeri ini dan tidak sekedar retorika atau pencitraan belaka, serta tidak membiarkan bangsa kita menjadi bangsa kedelai, maka SBY harus juga serius melakukan fokus pembenahan, pencegahan, dan penindakan di sektor pendapatan negara ini," kata Indra.(mdk/dan)