Korban tewas KM Zahro Express sepupu Muhaimin Iskandar
Korban tewas KM Zahro Express sepupu Muhaimin Iskandar. M Nurdin, warga Beji Timur merupakan sepupu mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhamin Iskandar. Nurdin tewas bersama anaknya yang berusia 11 tahun, istrinya masih dirawat intensif.
Salah satu korban tewas dalam insiden terbakarnya Kapal Motor Zahro Express di perairan Muara Angke, beberapa waktu lalu merupakan sanak saudara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Diketahui bahwa M Nurdin, warga Beji Timur merupakan sepupu mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era SBY itu.
"Iya betul. Almarhum sepupu dari pak Muhaimin Iskandar," kata Taufik Hidayat, sepupu Nurdin Rabu (4/1).
Dikatakan dia, Cak Imin mengaku sangat sedih dan terpukul atas insiden tersebut. Terlebih terbakarnya kapal tersebut karena adanya faktor kelalaian pengelola transportasi air itu.
"Beliau sudah mengucapkan belasungkawa. Bahkan di Twitter beliau juga menuntut semua pihak bertanggung jawab," ujar Taufik.
Dari pantauan di Twitter milik Muhaimin Iskandar dengan akun @cakiminPKB itu, dirinya menuliskan beberapa poin. Yang pertama Muhaimin mencuitkan duka kepada korban kapal Zahro.
"Sangat sedih dan terpukul atas musibah kapal Zahro Express yang terbakar di Muara Angke 1/1/2017. 1 Keluarga korban adalah sepupu saya," kata Muhaimin.
Dia juga meminta pihak yang terlibat bertanggungjawab atas musibah yang menewaskan 23 orang tewas serta 17 orang hilang itu.
"Saya dan keluarga akan menuntut pihak yang bertanggung jawab yang teledor atas perisriwa sedih ini. Saya harap semua teman saya membantu," cuitnya.
Terakhir, ia juga meminta DPR untuk membentuk tim guna mengetahui penyebab terbakarnya kapal sehinga menimbulkan banyak korban jiwa. "Tolong DPR membentuk tim atau pansus agar diketahui penyebab utamanya keteledoran ini dan tidak boleh terulang kembali #safetyfirst," pungkasnya.
Seperti diketahui M. Nurdin merupakan salah satu korban meninggal dunia atas insiden terbakarnya kapal Zahro Ekspress. M Nurdin merupakan staf di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menjadi salah satu korban tragedi Muara Angke.
Sebelum kapal itu berangkat menuju Pulau Tidung, Nurdin sempat berfoto seorang diri dengan latar belakang laut dan kapal. Namun sayang itu adalah foto terakhir nya sebelum kapal yang mengangkutnya terbakar.
Dia tidak sendiri, anaknya Nazwa Sarla (11) juga ikut tewas. Istri dan anak bungsunya Homsari (42) serta Rifa Rizkiawan (7) selamat namun harus dirawat intensif. Sementara anak sulungnya Nadia Syifa Musdalifa (16) hingga saat ini masih belum ditemukan.
Baca juga:
Polda Metro buka peluang penambahan tersangka KM Zahro terbakar
Pelabuhan Muara Angke belum bisa tampung kapal Pelni
Bos Pelni: Keuntungan dari pariwisata Pulau Seribu hanya Rp 5 miliar
Mayat pria mengapung di laut, diduga korban KM Zahro Express
10 Korban terbakar KM Zahro Express berhasil diidentifikasi
Isak tangis sambut dua jenazah korban KM Zahro Express di Depok
Kadishub DKI: Kapasitas angkut KM Zahro Express sesuai sertifikasi