Korban tenggelam ditemukan setelah petugas bikin gelombang buatan
Korban tenggelam di lokasi banjir di Makassar tepatnya di Jalan Inspeksi Pam, Kampung Manggala, Kecamatan Manggala atas nama Diky Wahyudin (16) akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi oleh tim SAR gabungan, Minggu (24/12) sekitar pukul 07.15 WITA.
Korban tenggelam di lokasi banjir di Makassar tepatnya di Jalan Inspeksi Pam, Kampung Manggala, Kecamatan Manggala atas nama Diky Wahyudin (16) akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi oleh tim SAR gabungan, Minggu (24/12) sekitar pukul 07.15 WITA.
Mayat korban ditemukan setelah tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Brimob Polda Sulsel, Basarnas Makassar dan masyarakat lainnya mencoba membuat gelombang air. Akhirnya mayat itu muncul ke permukaan.
Korban warga Kampung Nipa Nipa RT 02 RW 09 Kecamatan Manggala itu dilaporkan tenggelam dan terbawa arus banjir pukul 12.00 siang kemarin, Sabtu (23/12). Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian hingga dini hari tadi pukul 01.00 WITA. Karena korban belum ditemukan akhirnya pencarian dilanjutkan pukul 05.30 WITA dan akhirnya ditemukan.
"Kita mencari secara manual dengan menggunakan perahu karet, setelah itu kita buat atau ciptakan gelombang di lokasi banjir itu dan akhirnya korban muncul ke permukaan air dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Jarak ditemukannya sekitar 200 meter dari lokasi jatuhnya korban," kata tim SAR Brimob Polda Sulsel AKP Mursalim kepada wartawan.
Atas permintaan keluarga korban, jenazah tidak diautopsi melainkan langsung dibawa ke rumah duka.
Korban Diky Wahyudin awalnya bermain air di lokasi banjir bersama kawannya bernama Mikdam (15). Mikdam tiba-tiba terseret arus dan teriak minta tolong. Diky wahyudin mencoba menolong dengan batang pisang namun tidak berhasil. Diky yang tak bisa berenang akhirnya terbawa arus. Sementara Mikdam selamat.