Korban penembakan di Bandung alami pelemahan otot tangan dan kaki
Hani (21), korban penembakan misterius di Kota Bandung mengalami pelemahan otot tangan dan kaki. Tim dokter belum bisa memastikan pelemahan otot itu bersifat permanen atau hanya sementara.
Hani (21), korban penembakan misterius di Kota Bandung mengalami pelemahan otot tangan dan kaki. Tim dokter belum bisa memastikan pelemahan otot itu bersifat permanen atau hanya sementara.
Kepala IGD RSHS Doddy Tavianto mengatakan, pasien masih menjalani perawatan intensif sekaligus diberikan obat meningkatkan kinerja jantung dan tekanan darah.
"Secara umum, saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Sudah bisa makan dan minum. Alat bantu pernapasan sudah dilepas. Tapi, masih diberikan obat meningkatkan kerja jantung dan tekanan darah," katanya saat ditemui di RS Hasan Sadikin, Jalan Djunjunan, Senin (3/9).
Saat dibawa ke RSHS, Hani mengalami luka di leher bagian belakang, kanan samping dan di atas tulang belikat sebelah kanan. Proses operasi dilakukan dan ditemukan pecahan proyektil peluru.
"Sudah dibersihkan termasuk lukanya. Tapi luka yang ada di belikat kanan itu bukan karena peluru, tapi akibat pecahan kaca" jelasnya.
Diketahui, luka pasien sebesar 2 cm sementara kedalaman proyektil peluru yang menembus dari permukaan kulit sampai ke ruas tulang leher berjarak 5 cm.
"Serpihan (peluru) diameternya dua milimeter. Sudah pecah. Itu yang membuat pasien mengalami perubahan tekanan darah, jantung dan pelemahan otot tangan dan kaki," terangnya.
Doddy menyebut pelemahan otot yang dialami pasien disebabkan pecahan peluru menghantam tulang belakang di ruang tulang ke enam. Bagian itu merupakan pusat dari sistem syaraf atau sum sum tulang belakang.
"Pelemahan di otot tangan dan kaki belum ada perbaikan. Terlalu dini apakah ini temporer atau harus dievaluasi lagi. Ke depannya, kalau memang belum ada pemulihan fungsi otot, kita hanya memberikan obat penguatan syaraf dan difisioterapi," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil yang sedang melintas di kawasan Pasteur, Kota Bandung ditembak orang tak dikenal. Seorang penumpang perempuan terkena proyektil peluru di bagian leher.
Dari informasi yang diterima, peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/8) pukul 04.00 WIB. Di dalam mobil, terdapat lima penumpang dengan sopir bernama Salim (30). Awalnya, Salim yang merupakan warga Purwakarta berangkat dengan rombongan dua mobil menuju daerah Jalan Dago, Kota Bandung.
Sekitar pukul 01.00 WIB, temannya yang bernama Mahmudi (26) terlibat pertikaian dengan dua orang yang tidak dikenal di salah satu tempat hiburan. Karena menimbulkan ketidaknyamanan, keduanya dilerai oleh juru parkir.
Pada pukul 03.30 WIB, saat rombongan pulang dari kawasan Dago, di Jalan Tol Pasteur mobil Avanza, Nopol : B 1963 PZY yang dikendarainya diduga ditembak. Mobil tersebut diisi oleh Salim dan Mahmudi yang duduk di depan. Sedangkan di bagian belakang, diisi oleh tiga perempuan, yakni Bela, Mita dan Hani yang duduk di bagian paling kanan. Pecahan peluru yang ditembakan itu mengenai leher Hani.
Baca juga:
Penembakan di dekat Tol Pasteur diduga dua orang mengendarai motor
Dokter keluarkan serpihan peluru dari leher korban penembakan di Tol Pasteur
Wanita korban penembakan di gerbang Tol Pasteur dioperasi
Mobil ditembak orang tak dikenal di Bandung, leher penumpang wanita kena peluru
Rebut pistol polisi, pengedar 1 kg sabu tewas ditembak
Ipda Dodon, polisi ditembak di Tol Kanci-Pejagan Cirebon meninggal dunia