Korban helikopter jatuh di Sleman mulai membaik & bisa berkomunikasi
Tiga korban mengalami luka yang cukup parah.
Jatuhnya helikopter milik TNI AD jenis Bell 205 A1 jatuh di Dusun Kowang, RT01 RW01, Desa Taman Martani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menewaskan tiga kru dan tiga kru luka berat. Menurut Komandan Pusat Penerbad Brigjen TNI Beny Susianto, kini para korban sudah berangsur pulih.
"Kapten Tito dikepala sudah dioperasi, tulang itu pecah sudah diangkat untung enggak kena selaput otak," ujarnya saat menghadiri pemakaman Serda Yogi, di TPU Kalibaru, Depok, Jawa Barat, Minggu (10/7).
"Yang lain patah tulang," sambungnya.
Menurutnya, usai kejadian tersebut pihaknya langsung melakukan tindakan.
"Kita malamnya langsung tangani para korban, kita langsung lakukan operasi," ujarnya.
Untuk saat ini, dirinya sudah diberitahu oleh tim bahwa para korban sudah bisa diajak komunikasi.
"Masa kritis alhamdulillah sudah lewat. Tadi dapat info pagi tadi bahwa korban sudah bisa diajak komunikasi. Kita yang tanggung jawab (biaya)," pungkasnya.
Baca juga:
Ditinggal anak & suami, Ibu Serda Yogi histeris di pemakaman
Ibunda teriak histeris saat jasad Serda Yogi masuk ke liang lahat
Serda Yogi sempat dilarang masuk TNI dan disuruh jadi polisi
Keluarga serahkan jasad Serda Yogi untuk dimakamkan secara militer
Anggota keluarga sempat kangen berat ke Serda Yogi sebelum tewas