Korban gempa Palu: Bosan makan mie, telur, mau jajan yang manis-manis
Puluhan pembeli mengantre di belakang kontainer yang disulap menjadi mini toko. Kasir pun sibuk mendata pesanan yang ingin merasakan nikmatnya cemilan kreasi Bima Nanda Prasetya.
Pengusaha makanan mulai membuka lapak-lapak usaha mereka. Seperti yang terlihat di Jalan Basuki Rahmat. Jajanan dari Palu yang beri nama Banana Bim mulai diserbu pembeli.
Puluhan pembeli mengantre di belakang kontainer yang disulap menjadi mini toko. Kasir pun sibuk mendata pesanan yang ingin merasakan nikmatnya cemilan kreasi Bima Nanda Prasetya.
Gina Salsabila, salah satu pelanggan tetap. Dia mengatakan, pasca bencana masih jarang cemilan atau makanan yang buka. Makanya, Gina bersyukur dengan dibukanya Banana Bim.
"Saya bosan makan mie, telur. Sekarang mau jajan yang manis-manis," ujar dia, Sabtu (6/10).
Apalagi, dari segi harga sangat terjangkau. Satu porsi Banana Bim dihargai Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu.
"Kualitas sama harga sesuailah," ujar dia.
Sementara itu, Bima mengatakan, Banana Bim menghadirkan berbagai varian rasa. Pelanggan bebas memilih sesuka hati.
"Kami mempunyai topping yang melimpah. Semua rasa ada. Tapi yang paling lezat pisang nugget sambel roa mozarella," ujar dia.
Bima mengatakan, selama berapa hari ke depan hanya menjual 200 porsi. Mengingat pasokan pisang yang masih terbatas.
"Paca gempa begini kami masih kesulitan mencari pisang," tukas dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Keluarga dan pendukung Ma'ruf Amin galang bantuan untuk korban gempa Sulteng
25 Negara siap beri sumbangan Rp 220 miliar untuk gempa Sulteng
18 Negara sudah realisasikan bantuan untuk korban gempa Palu-Donggala
BNPB: 1.649 Korban gempa Sulteng sudah dimakamkan
Gunakan tongkang, bantuan Rp 2,4 miliar diberangkatkan dari Samarinda menuju Palu
Pemkot Samarinda siapkan tiga lokasi untuk pengungsi korban gempa Palu
Bantu korban bencana, Pemprov Kaltim transfer Rp 2,5 M ke Sulteng