Korban budak seks pasangan selingkuh ibunya ogah aborsi
Korban budak seks pasangan selingkuh ibunya ogah aborsi. Korban bersedia mengasuh jabang bayi meski status korban masih pelajar SMA.
Meski kehamilannya tidak diinginkan, CD (17) memutuskan tetap melanjutkan dan mengurus bayinya. CD menjadi korban budak seks yang dilakukan pasangan selingkuh ibunya selama tiga tahun.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Faisal Majid menuturkan, korban saat ini masih duduk di bangku kelas II SMA di Palembang. Dia tengah hamil sebelas minggu akibat ulah ibunya, Tety (47) dan Eka Hendri (34).
"Korban statusnya masih pelajar SMA, belum tahu kelanjutannya gimana," ungkap Faisal, Rabu (28/9).
Saat ini, kata Faisal, korban didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumsel dan BKKBN Sumsel agar psikologisnya stabil. Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, dirinya bersedia meneruskan kehamilannya.
"Trauma tetap ada, tapi korban tidak mau menggugurkan janinnya. Dia mau merawatnya sampai lahir, bapak korban juga mendukung," ujarnya.
Faisal mengatakan, korban memiliki dua orang saudara, laki-laki dan perempuan. Namun dari penyidikan sementara, hanya korban dijadikan budak seks oleh pasangan selingkuh ibunya.
"Hanya dia jadi korban dan saudara-saudaranya tidak tahu, tapi tetap kita kembangkan lagi," tukasnya.
Baca juga:
Ibu ini tega suruh selingkuhannya setubuhi anaknya hingga hamil
Pasangan selingkuh jadikan anak budak seks jalani tes psikologi
Lagi berhalangan, Tety suruh pasangan selingkuh tiduri anak gadisnya
Tetangga tahu Tetty jadikan anaknya budak seks selingkuhannya