LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Korban banjir di Samarinda kelaparan dan terserang penyakit gatal

Warga yang bertahan terserang penyakit kulit, dehidrasi, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) hingga kelaparan. Tenaga medis berkeliling mengecek satu per satu kondisi kesehatan korban banjir.

2017-04-07 14:33:01
Banjir
Advertisement

Ribuan rumah di tiga kecamatan di Samarinda, Kalimantan Timur, masih terendam banjir hingga 1,5 meter. Memasuki hari kelima banjir, sebagian besar warga mulai mengungsi. Sementara warga yang bertahan terserang penyakit kulit, dehidrasi, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) hingga kelaparan.

Pantauan merdeka.com di salah satu lokasi banjir terparah di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, tim medis Puskesmas diterjunkan berkeliling ke kawasan banjir menggunakan perahu fiber.

Di Perumahan Griya Mukti Sejahtera di Gunung Lingai misalnya, tim medis mengitari sudut ke sudut perumahan mulai dari RT 6, RT 7, RT 8 dan hingga ke kawasan dalam satu meter di RT 21. Mereka banyak menemukan warga yang dehidrasi, ISPA dan gatal-gatal. Petugas Puskesmas memberikan sejumlah obat kepada warga.

"Di bagian dalam tadi, ada yang bertahan di rumah. Terbanyak memang kena penyakit kulit gatal-gatal," kata dr Irma, yang bertugas di Puskesmas Remaja kepada merdeka.com saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (7/4).

Temuan di lapangan, yang memprihatinkan, sebagian warga korban banjir yang bertahan di rumah mereka masing-masing sampai kelaparan. Sebab distribusi bantuan masih menumpuk di posko banjir.

"Di dalam banyak yang bertahan, tidak bisa keluar. Makanan maunya didistribusikan sampai ke dalam. Di dalam banyak yang ngeluh belum dapat makanan," ujar Irma.

Masih menurut Irma, petugas medis terus berkeliling ke lokasi banjir lainnya, untuk memberikan pertolongan medis darurat bagi korban banjir.

"Kita tugas sampai waktu belum ditentukan ya, kita siap. Tadi sebelum gunung lingai ini, kami juga ke lokasi banjir lain di Jalan Kesehatan dan Jalan Gelatik," sebut Irma.

Sementara, Lurah Gunung Lingai Sarifuddin menambahkan, sekitar 926 kepala keluarga di 15 RT terdampak banjir. Sebagian besar memang mengungsi. "Mengungsi karena listrik sudah dipadamkan PLN sejak Kamis (6/4) kemarin. Jadi di rumah gelap gulita," ungkap Sarifuddin.

Diketahui, BPBD Kota Samarinda melansir, sekitar 4.000 KK atau sekitar 10.000 jiwa terdampak banjir di 3 kecamatan, dalan 5 hari terakhir. Melimpahnya air di Bendungan Benanga, menyebabkan Sungai Karang Mumus (SKM) meluap, usai diguyur hujan berturut-turut sejak Minggu (2/4) lalu dan merendam kecamatan Sungai Pinang, kecamatan Samarinda Utara hingga kecamatan Samarinda Ulu.

Baca juga:
Sungai Karang Mumus meluap, banjir rendam 2 kelurahan di Samarinda
Banjir di Samarinda semakin meluas, 1.000 rumah terendam
Hujan terus mengguyur, Bendung Benanga Samarinda siaga 1
Sungai di Samarinda meluap, bocah SD yang tenggelam ditemukan tewas
Banjir di Samarinda juga rendam panti jompo, 60 lansia dievakuasi
Banjir terus meluas di Samarinda, 10.000 jiwa terkena dampak

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.