Korban AirAsia teridentifikasi dari DNA yang tertinggal di sisir
Korban yang teridentifikasi tersebut Ingrid Jessica Winata (9), warga Surabaya.
Satu lagi body parts korban AirAsia QZ8501 berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur di hari ke 41 pasca kecelakaan pada 28 Deseber 2014 lalu, Jumat (6/2). Jenazah yang berhasil dikenali itu berlabel B069, yaitu Ingrid Jessica Winata (9), warga Surabaya.
Jasad bocah berusia 9 tahun ini, dikenali lewat pemeriksaan DNA dengan pembanding sisir milik korban yang didapat dari tim di rumah korban.
"Berdasarkan metode primer dari pemeriksaan DNA, dengan pembanding barang milik korban berupa sisir, ternyata identik," terang Kabid Dokkes Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, Kombes Pol Budiyono.
Selain itu, lanjut perwira yang juga Ketua Tim DVI ini, didukung dengan pemeriksaan media antropologinya, juga sesuai dengan jenis kelamin, usia dan tinggi badan.
"Sehingga tim memutuskan, jenazah B069 tidak terbantahkan sebagai Ingrid Jessica Winata, jenis kelamin perempuan berusia 9 tahun, warga Surabaya, Jawa Timur, Indonesia," tegas Budiyono.
Sementara dengan satu tambahan jenazah Ingrid ini, total jenazah yang teridentifikasi ada 69 jasad termasuk satu non-human. Sedangkan sisa jenazah yang belum teridentifikasi ada 24 body parts.
"Rinciannya 13 jenazah masih pemeriksaan, 11 masih di cold storage (ruang pendingin)," sahut Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono.
Awi juga menjelaskan, dari total body dan body parts korban AirAsia yang sudah dikirim ke Surabaya, yaitu 93 jasad, kondisi jenazah-jenazah dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah kondisinya masih relatif baik, termasuk 13 jenazah yang tiba Kamis sore kemarin.
Sedangkan body part kiriman dari Majene, Sulawesi Barat, hanya berupa potongan-potongan tubuh seperti tiga potongan kaki.
"Jadi kondisi jenazah yang berupa body dan body parts, yang dari Pangkalan Bun masih relatif baik ketimbang yang dari Makassar," tandas Awi.(mdk/hhw)