LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kopi Merapi cita rasa dari masa kolonial Belanda

Kopi Merapi cita rasa dari masa kolonial Belanda. Sumijo menjelaskan konsep yang diusung di warung Kopi Merapi miliknya adalah tradisional. Artinya cara pengolahan biji kopi semua dengan cara tradisional nenek moyang zaman dulu.

2017-03-29 09:50:54
Kopi
Advertisement

Dahulu kopi Merapi dikenal dengan nama kopi menir. Bentuk biji kopinya yang kecil-kecil menjadi alasan warga sekitarnya menamainya sebagai kopi menir. Awalnya, tanaman kopi di lereng Gunung Merapi diperkenalkan sejak masa kolonial Belanda.

Orang-orang Belanda mencoba menanam pohon kopi disekitar lereng Merapi yang memiliki hawa sejuk. Meskipun sudah diperkenalkan sejak zaman kolonial Belanda, namun Kopi Merapi tak banyak dikenal oleh masyarakat. Baru beberapa tahun belakangan ini, masyarakat mengenal adanya Kopi Merapi.

Meskipun sudah dikenal sejak zaman kolonial, namun warga sekitar lereng Gunung Merapi mulai menanam secara intensif kembali pada tahun 1984. Kopi yang ditanam berjenis Robusta. Sedangkan kopi Arabika mulai dikembangkan di lereng Gunung Merapi pada tahun 1992.

Di lereng Gunung Merapi, para petani lebih banyak menjual hasil panennya dalam bentuk mentah atau biji basah. Hal ini membuat penghasilan dari menanam kopi menjadi tak maksimal.

Di tahun 2004, seorang warga bernama Sumijo mencoba membuat rintisan Koperasi Usaha Bersama (KUB) yang diberi nama Kebun Makmur. KUB didirikan untuk menyiasati agar harga kopi yang dijual para petani supaya harganya stabil dan tak dimainkan oleh para tengkulak.

"Di tahun 2004 kami di KUB Kebun Makmur mencoba untuk meningkatkan nilai ekonomis dari Kopi Merapi. Berbagai inovasi pernah kami lakukan supaya harga Kopi Merapi bisa mengalami peningkatan nilai ekonomis. Akhirnya pilihan jatuh untuk pembuatan kopi kemasan atau siap saji. KUB kemudian mencoba menjual biji kopi kering maupun kopi serbuk dalam bungkus kiloan dan sachet. Baik kopi Merapi jenis Arabika maupun Robusta," tutur Sumijo.

Advertisement
Kopi di lereng Gunung Merapi ©2017 Merdeka.com

Selain membuat berbagai olahan produk kopi, Sumijo juga membuat sebuah warung Kopi Merapi di daerah Cangkringan. Pada 17 November 2012, Sumijo dan Sukirah istrinya, secara resmi membuka warung kopi Merapi di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Sumijo menjelaskan konsep yang diusung di warung Kopi Merapi miliknya adalah tradisional. Artinya cara pengolahan biji kopi semua dengan cara tradisional nenek moyang jaman dulu.

Kopi Merapi sendiri dibangun di kaki Gunung Merapi dan di sekitarnya masih terdapat pasir bekas material vulkanik erupsi 2010 lalu. Batu-batu besar pun ada disekitar warung. Sembari menikmati kopi, pengunjung dapat melihat langsung panorama Gunung Merapi yang pada tahun 2010 lalu meletus cukup besar.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.