LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kopi Khas Sumsel Laku Keras tapi Produksi Stagnan, Langkah Ini Mesti Dilakukan Petani

Produksi kopi di Sumatera Selatan dari tahun ke tahun stagnan hingga menuju penurunan. Hal ini tidak seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen.

2023-05-30 15:47:24
Regional
Advertisement

Produksi kopi di Sumatera Selatan dari tahun ke tahun stagnan hingga menuju penurunan. Hal ini tidak seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, produksi kopi di provinsi itu sebanyak 212,4 ribu ton di tahun 2022 atau naik tipis 0,33 persen pada 2021 di angka 211,7 ribu ton. Meski demikian, produksi kopi di Sumsel masih terbesar di Indonesia atau penyumbang 26,72 persen dari total produksi nasional.

Analisis PSP Ahli Madya Dinas Perkebunan Sumsel Rudi Arpian menyebut kondisi itu disebabkan banyak faktor, utamanya cuaca ekstrem yang terjadi beberapa tahun terakhir. Cuaca yang tidak menentu dirasakan semua petani kopi yang tersebar di 11 kabupaten/kota di provinsi itu.

Advertisement

"Penyebab utamanya karena cuaca ekstrem," ungkap Rudi, Selasa (30/5).

Dia menyayangkan situasi ini karena berbanding terbalik dengan tingginya permintaan konsumen. Alhasil, produksi sedikit membuat hukum pasar berlaku, yakni naiknya harga jual.

"Stok sedikit permintaan banyak, otomatis harganya naik," ujarnya.

Advertisement

Untuk mensiasati cuaca ekstrem, pihaknya mengimbau petani mengoptimalkan pemberian pupuk pada tanaman kopi. Petani tidak bisa hanya mengandalkan proses alami mengingat kondisi alam yang berubah-ubah.

Selain itu, petani juga mesti melakukan petik merah bukan petik pelangi saat panen. Begitu juga dengan perawatan rutin pascapanen.

"Bukan tanam terus panen, tapi perlu perawatan. Itu bisa meningkatkan produksi walaupun arealnya sedikit," kata dia.

Selain itu, kata dia, tanaman kopi di Sumsel juga dalam kategori tua menghasilkan sehingga produksinya berkurang. Karena itu perlu dilakukan peremajaan dan idealnya menggunakan metode sambung pucuk agar cepat berbuah.

Metode ini bisa menggabungkan dua jenis tanaman kopi robusta jenis kopi lokal yang memiliki akar kuat dengan jenis kopi unggul yang memiliki produksi tinggi. Jika perawatan optimal, produksinya bisa naik 3-4 kali lipat dari biasanya.

"Perlu kreativitas dari petani agar menghasilkan buah dengan kualitas tinggi dan produksinya lebih banyak saat panen," kata dia.

Sementara Pemprov Sumsel berupaya meningkatkan produksi dengan turut membantu berupa pembuatan irigasi dan pipanisasi di wilayah sentra kopi. Keterbatasan anggaran membuat bantuan tidak menyasar ke seluruh sentra sehingga disarankan bisa dilakukan secara swadaya oleh kelompok petani dengan pendampingan ahlinya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.