LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Konsul Kehormatan Bantah WN Ukraina Bisnis Ilegal di Bali: Mereka Bekerja Online

Banyak warga negara (WN) Ukraina diketahui berada di Bali. Konsul Kehormatan Ukraina untuk Bali, I Nyoman Astama membantah mereka datang ke Bali untuk bekerja secara ilegal dan mengungsi karena dampak perang di negaranya.

2023-03-17 10:41:49
Regional
Advertisement

Banyak warga negara (WN) Ukraina diketahui berada di Bali. Konsul Kehormatan Ukraina untuk Bali, I Nyoman Astama membantah mereka datang ke Bali untuk bekerja secara ilegal dan mengungsi karena dampak perang di negaranya.

Astama mengatakan, hingga saat ini tidak ada laporan adanya WNA Ukraina yang melakukan kerja ilegal di Pulau Dewata.

"Sampai saat ini, sepanjang pengetahuan kami tidak ada data ataupun laporan ke kami yang mengatakan bahwa warga Ukraina bekerja ilegal di Bali," kata dia saat dihubungi, Jumat (17/3).

Advertisement

"Tapi yang jelas, bagi semua warga Ukraina yang ada di Bali itu adalah yang memang memiliki izin kunjungan sesuai yang dikeluarkan pemerintah, baik yang jenisnya B211A ataupun visa on arrival. Jadi ada dua jenis izin kunjungan yang dipakai untuk masuk ke Indonesia," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, sebenarnya warga Ukraina memiliki rasa nasionalisme. Seperti dalam wajib militer.

Advertisement

"Itu mereka dengan sukarela akan melakukan perlawanan ataupun akan mengikuti arahan pemerintahnya, tidak mungkin seperti negara lainnya yang diwajibkan dan kalau tidak mau akan dipenjara, kalau di Ukraina tidak seperti itu. Jadi, mereka dengan sukarela melakukan karena rasa terpanggil untuk membela negaranya," sebutnya.

Kemudian, bagi WN Ukraina yang masuk ke Bali itu mayoritas adalah perempuan dan ibu-ibu yang memang selama pandemi Covid-19 tidak bisa pulang.

"Yang memang masuk ke Bali itu lebih ke perempuan dan ibu-ibu. Karena dalam upaya penyatuan keluarga atau pun unifikasi. Di mana keluarganya ada di Bali sebelum terjadinya perang, dan pada waktu pandemi mereka sudah melancong ke Bali, sehingga tidak balik ke Ukraina ketika perang pecah dan juga karena bandara tutup semua. Jadi itu, berdasarkan data dan input yang kami miliki," katanya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa hingga saat ini dari data Kementerian Hukum dan HAM Bali, ada 8.527 WN Ukraina yang ada di Bali. Namun, bila dibandingkan sebelum Pandemi Covid-19 dan belum terjadi perang WNA Ukraina yang melancong atau berwisata ke Pulau Dewata mencapai 30 ribu orang.

"Warga Ukraina di Bali sebanyak 8.527 orang. Jadi tidak sesignifikan dibandingkan dengan sebelum terjadinya perang atau sebelum pandemi, warga Ukraina yang melancong ke Bali itu ada 30 ribu orang. Jadi sebenarnya, jauh dibawah sebelum terjadinya perang tersebut," ujarnya.

Sementara, saat ditanya bagaimana WN Ukraina bertahan hidup di Bali, dia menyatakan bahwa memang dari negaranya tidak memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan hidup. Namun banyak WNA Ukraina yang bekerja secara online untuk memenuhi kehidupannya.

"Kalau support dari pemerintah sih tidak, karena pemerintah di sana juga dalam situasi tidak memungkinkan karena situasi sekarang. Sebelum mereka terjadi perang pun atau pada waktu pandemi yang mereka lakukan bekerja online. Itu yang mereka lakukan, karena kan dengan adanya teknologi sehingga mudah sekali bekerja dari mana saja, mereka mengandalkan kemajuan teknologi untuk bisa bertahan," ujarnya.

I Nyoman Astama juga mengakui sempat ada seorang WN Ukraina yang dicurigai berbisnis di vila di Bali, karena menawarkan kepada sesama warga Ukraina untuk sewa vila lewat akun media Facebook.

"Ada satu yang saya terima itu, seorang warga Ukraina yang (menawarkan) menginap di Bali di Facebook-nya ada. Dia menginap tinggal di vila yang cukup luas, kemudian dia tidak mampu sendiri dan mengajak temannya untuk ikut sharing untuk tinggal," ujarnya.

"Nah itu yang dikategorikan mungkin berbisnis. Padahal itu vila tersebut milik dari pemilik lokal dan semua biayanya adalah untuk pemilik vila. Cuma karena dia posting di Facebook mereka dikatakan menyalahi (aturan). Tapi itu ranahnya otoritas penegak hukum, kita tidak mau masuk itu. Cuma satu orang yang saya dapatkan itu. Yang saya dapat infonya itu cuma satu saja," ujarnya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.