'Konflik Palestina masalah kemanusiaan yang sudah melewati akal sehat'
'Konflik Palestina masalah kemanusiaan yang sudah melewati akal sehat'. Garda Pemuda NasDem menegaskan dukungannya terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam melawan langkah sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel.
Garda Pemuda NasDem menegaskan dukungannya terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam melawan langkah sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel. Pernyataan tersebut mengemuka dalam acara peringatan Maulid Nabi dan Muhasabah Akhir Tahun DPP Garda Pemuda NasDem yang digelar di Auditorium DPP Nasdem, Kamis (28/12).
"Posisi kami jelas, bahwa konflik Palestina merupakan masalah kemanusiaan yang sudah melewati batas akal sehat, sehingga perlu mendorong solusi dua negara yang berdampingan melalui meja perundingan, bukan sikap sepihak seperti yang dilakukan Pemerintah AS, karenanya melalui Ketum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh yang juga anggota Komisi I DPR RI, kami terus dukung perjuangan rakyat Palestina," kata Ketua Bidang Agama dan Kebhinekaan Chepy Aprianto dalam siaran persnya.
Sementara itu, Sekjen GP NasDem Moh Haerul Amri menyatakan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad ini bukan sekadar seremoni belaka, akan tetapi penting untuk meneladani peran Rasulullah di usia mudanya. Sebab Rasulullah adalah tauladan terbaik bagi Pemuda NasDem, karena di usia mudanya Rasulullah sudah melakukan sejumlah tauladan yang menginpirasi anak muda.
Lihat saja bagaimana di usia mudanya Rasulullah sudah berdagang ke Syam dan menjadi pebisnis yang sukses kala itu. Artinya di usia mudanya Rasulullah di samping amanah, tetapi juga kaya raya," katanya.
Aam sapaan akrab Moh Haerul Amri juga berpesan kepada kader muda GP NasDem dalam menghadapi tahun politik ke depan, untuk terus menerus berpegang pada etika berpolitik yang harus dilandasi dengan basis atau nilai-nilai keagamaan yang kuat.
"Politisasi agama dalam berpolitik itu tidak boleh. Namun, berpolitik berdasarkan agama itu sangat penting sehingga kita dapat membedakan antara domain politik, domain agama dan domain negara. Karena bagaimanapun, agama itu jauh lebih luhur dan agung daripada berpolitik dan bernegara," katanya.
Selain itu, tradisi keagamaan menjadi spirit dalam berpolitik. Misalkan maulid menjadi spirit dalam membangun silaturahmi.
"Semoga di tahun politik tersebut kita dapat lebih dewasa. Serta dapat menempatkan posisi Agama sebagai spirit dalam berpolitik," pungkasnya.
Acara yang dihadiri 100 anak yatim dari bebagai panti asuhan di Jakarta ini diisi ceramah keagamaan dan doa untuk kedamaian di Palestina yang dipimpin KH Ainul Yakin Abdullah Syafei Pimpinan pondok Pesantren Assyafiiyah Jatiwaringin Bekasi.
(mdk/rnd)