LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Konflik angkutan online vs konvensional momen perbaikan transportasi

Konflik angkutan online vs konvensional momen perbaikan transportasi. "Pemerintah harus membuat peraturan soal peningkatan standar pelayanan operasional untuk online. Misalnya di sisi aspek keselamatan dan kenyamanan," kata Pakar manajemen inovasi UI, Mohammed Ali Berawi.

2017-03-23 11:07:45
Angkot vs transportasi online
Advertisement

Sepekan terakhir, sopir angkutan kota dan ojek pangkalan di sejumlah daerah, kompak menyerukan penolakan terhadap angkutan umum berbasis online. Keberadaan angkutan online dinilai membuat telah merebut penumpang mereka yang pada akhirnya membuat penghasilan menurun drastis.

Pakar manajemen inovasi Universitas Indonesia (UI) Mohammed Ali Berawi, menilai gejolak penolakan terhadap angkutan online hendaknya menjadi momentum untuk membenahi standar operasional berbasis daring itu.

"Pemerintah harus membuat peraturan soal peningkatan standar pelayanan operasional untuk online. Misalnya di sisi aspek keselamatan dan kenyamanan," kata Ali Berawi, kepada merdeka.com, Kamis (23/3).

Seperti penentuan tarif yang diberlakukan pada angkutan online. Dia mengusulkan, sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Jadi biar marketnya sendiri yang menentukan harganya karena kalau intervensi pemerintah bisa jadi lebih mahal dan jadi masyarakat yang menanggung bebannya," tukasnya.

Dia meyakini aturan yang jelas akan memperkecil peluang gesekan seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir. "Dengan penentuan harga dari pasar maka jadi kompetitif. Disiasati dengan adanya asuransi misalnya," ujarnya.

Solusi terakhir, menurut Ali, pemerintah, Organda dan pebisnis ojek online melakukan inovasi. Misalnya pemerintah menyediakan transportasi berbasis rel yang memadai. Organda melakukan inovasi sisi bisnis angkutan yang bisa disesuaikan dengan kemajuan teknologi.

"Harus ada diversifikasi bisnis angkot. Pemerintah harus updating trayek. Jangan-jangan trayek yang saat ini sudah tidak layak lagi dilintasi. Ini adalah momentum untuk perbaikan transportasi Indonesia," tutupnya.

Baca juga:
Bima Arya minta semua angkutan online setop dulu di Bogor
Bima Arya pastikan tidak ada pembakaran angkot di Bogor
Polisi bantah ada bentrok susulan angkot Bogor dengan ojek online
Demo sopir angkot bikin repot warga Bogor
Sudah 2 pekan, driver Grab yang ditabrak sopir angkot masih koma
Brutalnya penolakan terhadap taksi online di Kota Kembang
Polisi tangkap sopir angkot tabrak driver ojek online di Tangerang

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.