Kondisi Warga Satu Kampung Diisolasi di Garut Membaik, 7 Dirawat di RS
Selama masa isolasi, kondisi warga tidak ada yang memburuk, namun beberapa di antaranya mengalami gejala sedang. Dari 37 orang warga yang diketahui terpapar Covid-19, 2 di antaranya bergejala berat dan 5 lainnya mengalami gejala sedang.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan , bahwa saat ini kondisi puluhan warga yang sedang menjalani isolasi di Desa Hegarmanah, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut terus membaik. Jumlah warga yang diisolasi di GOR desa tinggal 30 orang.
Selain kondisi mereka yang sedang menjalani isolasi membaik, Leli mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan ada penambahan kasus baru di wilayah tersebut. "Saat ini Alhamdulillah membaik. Warga masih menjalani isolasi di GOR. Penambahan sementara belum," kata Leli, Kamis (27/5).
Dia memastikan bahwa selama masa isolasi, kondisi warga tidak ada yang memburuk, namun beberapa di antaranya mengalami gejala sedang. Dari 37 orang warga yang diketahui terpapar Covid-19, 2 di antaranya bergejala berat dan 5 lainnya mengalami gejala sedang.
"Jadi sekarang yang diisolasi di GOR berjumlah 30 orang. 5 orang dirujuk ke RSUD Pameungpeuk karena mengalami gejala sedang. Dua lainnya yang bergejala berat, dirawat di RSAD Guntur dan RS Nurhayati," kata dia.
Awal Penyebaran Belum Diketahui
Untuk awal penyebaran virus Corona di kampung tersebut, Leli mengaku bahwa pihaknya masih perlu melakukan kajian lebih mendalam. Hal tersebut dikarenakan kabar yang sempat muncul terkait awal penyebar terpatahkan.
Dia menjelaskan bahwa awalnya sempat menduga bahwa virus tersebut dibawa oleh salah seorang pemudik dari Bandung yang kemudian menularkan ke ayahnya yang sakit. Saat sakit itu, sejumlah warganya banyak yang menengok sehingga ikut terpapar.
"Tapi sepertinya bukan dari orang tersebut ya. Kita belum bisa memastikan karena setelah kita telusuri yang mudik itu dia sebelum pulang dia sudah di rapid dan hasilnya negatif. Kemudian sepulang dari sana (kembali ke Bandung) juga di rapid juga, karena di kantornya mengharuskan dan ada hasilnya negatif," ujar dia.
Selain itu juga, dikatakan Leli, sempat beredar kabar bahwa warga yang mudik itu diketahui sempat terpapar Covid-19 saat bekerja di Bandung. Namun setelah pihaknya melakukan penelusuran, diketahui bahwa warga itu memang pernah terkonfirmasi positif Covid-19, namun itu terjadi pada November 2020.
Warga tersebut, menurutnya dinyatakan sudah negatif setelah mendapatkan perawatan dan dilakukan tes PCR. "Hasil tes PCRnya menyatakan dia negatif. Sebelum masuk kerja tes PCR lagi dan hasilnya negatif. Kita juga rada ragu menyimpulkan itu dibawa atau tertular dari anaknya, ini menjadi bahan kajian dari kita, sebetulnya ini sumbernya dari mana," ujar dia.
Selain itu, disebut Leli, sebelum warga tersebut mudik ayahnya diketahui telah sakit. Oleh karena itu, bisa saja ayahnya yang menularkan kepada warga lainnya.
"Atau bisa juga tetangganya yang menularkan ke ayah ibunya. Sekarang memang bingung nentuin dari mana asalnya,” tutup Leli.
Sebelumnya, puluhan warga satu kampung di Desa Hegarmanah, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, dinyatakan positif Covid-19. Sebagian besar di antara mereka diisolasi di gedung olahraga (GOR) milik desa itu sejak Selasa (18/5).
Camat Bungbulang Caca Rifai mengatakan, sekitar 24 orang diketahui positif Covid-19 berdasarkan tes yang sudah dilakukan.
"Dari 24 orang itu, 2 di antaranya dengan gejala berat sehingga harus dirawat di RSUD dr Slamet Garut. Yang lainnya diisolasi di GOR desa," sebut Caca, Jumat (21/5).
Setelah 24 orang itu diketahui positif Covid-19, tim Satgas Covid-19 Kabupaten Garut melakukan pengujian acak terhadap 74 warga lainnya pada Kamis (20/5). Sebanyak 13 orang di antaranya positif Covid-19.
"Jadi total yang terpapar berjumlah 37 orang di kampung itu. Yang 35 orang semuanya diisolasi di GOR desa, dan yang dua di RSUD dr Slamet. Yang diisolasi di GOR diawasi tim kesehatan. Kalau ada yang tiba-tiba bergejala berat akan langsung dibawa ke RSUD dr Slamet untuk mendapat penanganan lebih lanjut," ungkapnya.
Baca juga:
Satgas Covid-19: Setiap Hari Selalu Ada Pasien Meninggal di Garut dalam Sepekan
Menko Luhut Waspadai Peningkatan Kasus Positif Covid-19 Usai Libur Lebaran
Sebaran Kasus Positif Covid-19 di 34 Provinsi 27 Mei 2021
Jabar Jadi Provinsi Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi Per 27 Mei 2021
Kasus Positif Melonjak, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Kudus Tinggal 12 Buah