Kondisi lemah, pelajar SMP pendaki Gunung Marapi dirawat di RS
Kondisi lemah, pelajar SMP pendaki Gunung Marapi dirawat di RS. Dia mengalami kekurangan asupan makanan dan minuman karena tidak membawa logistik. Dia terjatuh dan kakinya terkilir. Yandri tidak bisa mencari makanan karena kondisi kakinya.
Yandri (15), pelajar Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ditemukan tim SAR di jurang Gunung Marapi, Sumatera Barat, Selasa (6/6). Proses evakuasi berlangsung cukup lama hingga akhirnya dia berhasil dibawa ke posko SAR.
"Yandri sampai di Posko SAR sekitar pukul 00.45 WIB dini hari tadi, kondisi sangat lemah. Dia dirujuk ke rumah sakit terdekat," ujar Kapolres Kuansing, AKBP Dasuki Herlambang kepada merdeka.com, Rabu (7/6).
Selama tiga hari Yandri berada di dasar jurang. Dia terjatuh dan kakinya terkilir. Yandri tidak bisa mencari makanan karena kondisi kakinya. Dia hanya bisa pasrah di tengah erupsi Gunung Marapi. Hingga akhirnya dia ditemukan oleh Tim SAR gabungan dari Sumatera Barat dan Riau.
"Melihat kondisi Yandri lemah ketika tiba di Posko, langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Batu Sangkar. Dia juga mengalami kekurangan asupan makanan dan minuman. Karena dia tidak membawa logistik," ucap Dasuki.
Saat ini Yandri masih dirawat intensif oleh tim medis. Belum diketahu kapan dia akan dibawa ke rumah orangtuanya di Kecamatan Benai Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
"Keluarga Yandri sudah di Sumbar mendampinginya, kita bawa beberapa hari lalu bersama personel Polres. Nanti pulang ke Kuansing juga akan kita kawal," ucapnya.