Kondisi Beras Bantuan PPKM di Kabupaten Lebak Tak Layak, Berbau Busuk
Camat Leuwi Damar, Haji Arsid, mengatakan, beruntung beras tidak layak tersebut belum didistribusikan ke masyarakat terdampak PPKM. Sebab kondisi beras tidak layak tersebut ditemukan kepala desa setempat.
Kondisi beras bantuan untuk warga Lebak terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga ditemukan tidak layak. Beras dalam kondisi bau busuk.
Camat Leuwi Damar, Haji Arsid, membenarkan beras untuk warga terdampak PPKM itu tak layak dimakan.
"Informasi di Desa Lebak Parahiang, informasinya tidak layak makan, itu cuma dua karung sih. Tapi sudah diganti," ujarnya saat dihubungi, Jumat (6/8).
Arsid mengungkapkan, laporan soal beras bantuan tidak layak konsumsi ini baru terjadi di Desa Parahiang.
"Sementara ini belum ada informasi yang lain. Layak berarti yang lain," katanya.
Arsid mengatakan, beruntung beras tidak layak tersebut belum didistribusikan ke masyarakat terdampak PPKM. Sebab kondisi beras tidak layak tersebut ditemukan kepala desa setempat.
"Oleh kepala desa (menemukan beras tidak layak), itu baru di kantor desa," katanya.
Arsid menjelaskan pihaknya tidak terlibat dalam pendistribusian beras bantuan tersebut. Beras langsung didistribusikan ke desa-desa oleh Bulog divre Lebak - Pandeglang, dengan pengawalan pihak kepolisian.
"Memang belum semua dikirim, baru Lebak Parahiang dan Cibungur. Itu kan kami Kecamatan tidak ada informasi sebelumnya, kami baru tau setelah ada masalah. Pengawalannya dari kepolisian (kecamatan tidak dilibatkan), Iya (langsung ke desa)," ungkapnya.
Baca juga:
Warga Banten Dapat Beras Jelek, Gubernur Wahidin Halim Pamer Nasi Goreng Kambing
Beras Bantuan PPKM di Lebak Berbau dan Menggumpal, DPRD Akan Panggil Bulog
Penjelasan Bulog soal Kasus Beras Bansos di Pandeglang
Beras Bantuan Warga Terdampak PPKM di Pandeglang Berwarna Kuning, Bau dan Menggumpal
Pemerintah Salurkan 500 Ton Beras untuk Warga Bali Terdampak Covid-19