Kondisi 10 Orang Positif Covid-19 dari Klaster Pernikahan di Semarang Sudah Membaik
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch Abdul Hakam, menceritakan kejadian bermula ketika adik pengantin perempuan mengeluh sakit demam dan sesak napas. Setelah dibawa ke rumah sakit, sang adik terkonfirmasi positif Covid-19. "Kita tracking bapak dan ibunya kena. Adik dan ibunya meninggal dunia," ujarnya.
Sebanyak 10 orang terpapar Covid-19 setelah Dinkes Kota Semarang melakukan tracking dari klaster pernikahan yang digelar baru-baru ini. Terkait klaster yang sama, dua orang meninggal dunia yakni ibu dan adik pengantin.
"Jadi ada yang meninggal usai gelar acara pernikahan. Kita rapid tes pertama hanya satu orang yang reaktif. Karena janggal, langsung tes swab dan ditracking lanjutan ditemukan 10 orang positif Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch Abdul Hakam, Selasa (23/6).
Dia menyebut, kejadian bermula ketika adik pengantin perempuan mengeluh sakit demam dan sesak napas. Setelah dibawa ke rumah sakit, sang adik terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kita tracking bapak dan ibunya kena. Adik dan ibunya meninggal dunia," ujarnya.
Kesepuluh orang yang dinyatakan positif, kata Abdul Hakam, kondisinya mulai membaik setelah dilakukan tes swab kedua dan ketiga. Tetapi untuk dua dari sepuluh orang tersebut masih terus dipantau.
"Sementara bapaknya sempat sakit kondisi kritis, sekarang kondisinya sudah sadar, dan membaik. Saat ini sedang jalani perawatan," katanya.
Informasi dihimpun, pada acara pesta pernikahan tersebut dihadiri lebih dari 20 orang.
"Jadi ada 20 orang dari keluarga mempelai wanita. Sementara dari mempelai pria yang hadiri undangan lebih banyak. Padahal dalam pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) tidak boleh lebih dari 30 orang dari aturan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.
Baca juga:
Kembali Dibuka Setelah 3 Positif, Begini Suasana Pasar Minggu
Update 23 Juni: Jatim Masih Jadi Provinsi Tertinggi Penularan Covid-19
New Normal, Kios di Pasar Santa Dipasang Plastik Pembatas
8 Provinsi Tak Ada Kasus Baru Covid-19 Per 23 Juni
Pemerintah: Tak Ada Negara Siap Hadapi Covid-19, Wajar Timbul Kepanikan