Kompresor tambal ban meledak di Kediri, 2 korban kritis
Dua korban kritis itu hingga kini belum siuman.
Akibat sebuah kompresor tambal ban meledak, dua orang kritis dan satu luka ringan, Rabu (13/4). Alat itu milik Sunardi (42), warga Jalan Letjen Pandjaitan 32, Kota Kediri.
Ketiga korban terkena pecahan tabung kompresor yang meledak, saat melintas di timur jalan raya. Mereka lantas bergelimpangan di pinggir jalan.
Ketiga korban merupakan pengguna jalan. Pertama Agus Pudana (46). Warga Kelurahan Betet, Kota Kediri, itu mengalami patah kaki, tangan, dan kepala terluka parah. Hingga kini dia berada di Rumah Sakit Gambiran, Kediri, dan belum sadar.
Korban lainnya adalah nama Eni Yuliati (45), warga Jalan KH. Hasyim Ashari, Kelurahan Banjarmali Mojoroto, Kota Kediri. Dia dirawat di RS Gambiran lantaran mengalami luka parah di kepala dan hingga kini belum siuman.
Korban ketiga adalah Elok Halimah (17), warga Jalan Perintis Kemerdekaan 158, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Dia mengalami luka lecet dan dirawat di RS Baptis Kediri.
Menurut Kasi Humas Polsek Pesantren, Kota Kediri, Aiptu H Supeni, insiden itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
"Pelapor yang sekaligus pemilik kompresor mengaku mengisi kompresor dengan mesin diesel, dan ditinggal mengurus ayam di utara TKP. Sekira jam 09.30 WIB, mesin diesel mati dan tidak berapa lama tanpa sebab kompresor meledak, dan tabung kompresor terlempar ke timur jalan, diduga mengenai para korban yang saat itu melintas di jalan depan TKP," kata Supeni kepada merdeka.com.
Ditambahkan Supeni, akibat kejadian itu, para korban mengalami luka oleh warga langsung dibawa ke rumah sakit.
"Yang luka berat dibawa ke RSUD Gambiran, dan yang luka ringan satu orang dibawa ke RS Baptis Kediri," tambah Supeni.