LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kompolnas Nilai Polisi Kirim Pesan Panggilan ke Warnaget Bentuk Sikap Arogan

Seharusnya, kata Poengky, polisi cukup menerima komentar itu sebagai kritik dan melakukan introspeksi atas kritikan yang disampaikan masyarakat. Termasuk kritikan yang dilayangkan para netizen melalui media sosial.

2021-10-21 12:38:20
Polisi arogan
Advertisement

Seorang netizen dipanggil kepolisian karena berkomentar soal pencopotan Aipda MP Ambarita. Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, menilai pemanggilan tersebut oleh polisi adalah tindakan arogan dan sewenang-wenang.

"Itu arogan dan sewenang-sewenang. Tidak boleh begitu," kata Poengky saat dihubungi merdeka.com, Kamis (21/10).

Seharusnya, kata Poengky, polisi cukup menerima komentar itu sebagai kritik dan melakukan introspeksi atas kritikan yang disampaikan masyarakat. Termasuk kritikan yang dilayangkan para netizen melalui media sosial.

Advertisement

"Simak saja kritik dari masyarakat, dan lakukan introspeksi diri. Anggota Polri harus menunjukkan prestasi yg lebih baik pada masyarakat," imbuhnya.

Sementara terkait kejadian pemanggilan netizen itu, Poengky menilai langkah Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Eko Saputro, yang langsung memanggil anggotanya adalah langkah tepat.

"Sudah betul apa yang dilakukan Kabid Humas Polda Kalteng selaku pimpinan yang langsung menegur anggotanya yang sewenang-sewenang. Saya mengapresiasi beliau," tuturnya.

Advertisement

Di sisi lain, Poengky juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak bermedia sosial. Jangan sampai kritik yang diluapkan melupakan tata krama adab sopan santun dalam berkomunikasi.

"Jika kita menghormati orang lain, pasti orang lain juga akan menghormati kita," katanya.

Sebelumnya, seorang netizen membagikan panggilan polisi yang ditujukan padanya lewat DM Instagram. Netizen mendapat panggilan usai mengomentari pencopotan Aipda Monang Parlindungan Ambarita.

"Gila, sensian amat," tulis Ya Salim lewat akun Twitter @salimvanjav seperti dikutip Liputan6.com, Kamis (21/10).

Salim menulis dengan menunjukkan bukti tangkapan layar pesan singkat dari Instagram Humas Polda Kalteng. Dia mengaku sebelumnya mengomentari 'Mampus, seenaknya aja sih' di akun Info Kalteng terkait mutasi Aipda Ambarita.

"Maksudmu komen mampus di infokalteng itu apa? Hari ini pukul 10.00 WIB kamu ke kantor Humas Polda Kalteng, biar kami jelaskan.. Kami tunggu segera," bunyi salah satu pesan yang diterima Ya Salim.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Eko Saputro menyatakan telah menegur anggota yang mengakses dan mengirim pesan lewat akun Instagram Humas Polda Kalteng itu.

"Anggota saya tegur, enggak boleh seperti itu, kalau di medsos tuh kamu harus menerima kritikan semua masyarakat. Biar itu kata-kata yang kasar dari masyarakat ya biarin saja, kamu tetap ucapkan terima kasih sudah dikoreksi untuk perbaikan kami. Saya mohon maaf," tutur Eko saat dikonfirmasi terkait perkara tersebut.

Eko pun menyatakan telah menyampaikan permohonan maaf di akun Instagram Humas Polda Kalteng. Anggota yang mengirimi pesan singkat lewat DM juga mendapatkan teguran lisan.

"Sudah ditegur secara lisan supaya tidak mengulangi dan harus menerima kritikan masyarakat dan mengucapkan terima kasih, nggak boleh berkata kasar di media sosial," kata Eko.

Baca juga:
Kapolri Perintahkan Jajaran Tak Arogan ke Masyarakat
Polri Soal Kritik' Polisi Diganti Satpam BCA': Itu Menunjukkan Masyarakat Peduli
Cuit soal Polisi Diganti Satpam BCA, Netizen Ini Diancam dan Akunnya Coba Diretas
Status Brigadir NP yang Banting Mahasiswa Terduga Pelanggar dan Sudah Ditahan
Jika Terbukti Aniaya Pelajar, Anggota Polisi di Denpasar Harus Diproses Pidana
Pelajar SMP Dianiaya saat Razia Balap Liar, Propam Polda Bali Lakukan Penyelidikan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.