LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Komplotan Begal Staf Ahli Kementerian LHK Ditangkap, Hasil Curian untuk Beli Sabu

Enam orang tertangkap kamera CCTV membegal pesepeda bernama Slamet Supriyadi, di Jalan Latumenten, Tambora Jakarta Barat, pada Senin (25/1) malam. Kepolisian menyebut korban adalah salah satu staf ahli di Kementerian Lingkungan Hidup.

2021-01-28 20:31:33
Begal Sepeda
Advertisement

Aksi komplotan begal dihentikan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Pelaku yang berjumlah enam orang teridentifikasi melalui rekaman CCTV.

Enam orang tertangkap kamera CCTV membegal pesepeda bernama Slamet Supriyadi, di Jalan Latumenten, Tambora Jakarta Barat, pada Senin (25/1) malam. Kepolisian menyebut korban adalah salah satu staf ahli di Kementerian Lingkungan Hidup.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan pihaknya menganalisis beberapa rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi sehingga mendapatkan gambaran mengenai wajah para pelaku. Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menemukan tempat persembunyian dua dari lima pelaku yakni S dan A.

Advertisement

Mereka ditangkap di Kresek, Kabupaten Tangerang pada Rabu (27/1). Hasil interogasi, berkembang ke pelaku lainnya.

"Totalnya ada lima orang tersangka. Dan ada satu orang lagi dengan panggilan Kibo masih kami buru," kata Ady saat konferensi pers, Kamis (28/1).

Ady menyebut, kelima orang yaitu S, AS, EU, MA, dan TT juga terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu. Hasil itu diperoleh setelah kepolisian melakukan tes urine.

Advertisement

"Semua positif methamphetamine. Mereka juga mengakui hasil curian sebagian digunakan untuk judi dan beli sabu," ucap dia.

Selain itu, Ady mengungkap komplotan begal ini sudah beraksi 35 kali di sejumlah wilayah Jakarta Barat seperti Tamansari, Kebon Jeruk, Tambora, Tanjung Duren dan Palmerah. Mereka memangsa pesepeda.

"Mereka mengakui setidaknya ada 25 tempat kejadian perkara (TKP). Korbannya dipilih secara acak terutama yang mereka anggap lengah," ucap dia.

Ady menjelaskan, enam pelaku sudah memahami perannya masing-masing ketika mendapatkan target. "Mereka saling berbagi peran, ada yang menghalangi lalu lintas yang di belakang supaya tidak termonitor kegiatan di depan dan ada yang mengambil barang-barang korban," ujar dia.

Kapolres Metro Jakarta Barat didampingi Staf Khusus Menteri KLHK, Irjen Pol Jhonny Siahaan dalam konferensi pers tersebut. "Kebetulan salah satu korban staf ahli beliau yang pada saat kegiatan gowes menjadi korban," ucap dia.

Irjen Pol Jhonny Siahaan mengapresiasi kepada Polres Metro Jakarta Barat yang dengan cepat bisa menangkap para pelaku. Menteri KLHK pun memberikan piagam penghargaan sebagai tanda ungkapan terima kasih.

"Kami dari Kementerian LHK terima kasih dan apresiasi kepada Polres Jakbar yang dengan cepat mengungkap kasus ini. Oleh sebab itu kami dari Kementerian LHK akan memberi satu piagam penghargaan apresiasi atas yang dilakukan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Begal Sepeda yang Rampas HP di Tambora Dibekuk
Dipepet Begal di Jakbar, Pesepeda Kehilangan HP
Buron 3 Bulan, Begal Sepeda Kolonel Marinir Ditembak Setelah Melawan Saat Ditangkap
Sensasi Bersepeda di Tanjakan Spiral Parkiran Mal
Rawan Begal, Komunitas Ojol di Jakarta Buka Layanan Kawal Sepeda dengan Tarif Segini
Guru Besar ITS Dibegal Saat Gowes, HP dan Tas Raib Dirampas Pelaku

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.