LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Komnas HAM turun tangan di kasus Novel, polisi bisa terpojok

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz mengaku telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus dengan 166 penyidik untuk menangani kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. 68 Saksi dan 38 CCTV sudah diperiksa. 91 Toko kimia juga sudah didatangi.

2018-03-15 05:29:00
Kasus Novel Baswedan
Advertisement

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz mengaku telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus dengan 166 penyidik untuk menangani kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. 68 Saksi dan 38 CCTV sudah diperiksa. 91 Toko kimia juga sudah didatangi.

Hingga kini sudah berjalan 11 bulan kasus itu belum juga terungkap. Sempat ada yang diamankan akhirnya dilepas. Sketsa dua wajah diduga pelaku sudah dibuat. Polda juga membuka hotline pelaporan kasus tersebut.

Permintaan Novel dan desakan aktivis anti-korupsi agar dibuat tim gabungan pencari fakta (TGPF) tak digubris Presiden Joko Widodo. Kepala negara masih mempercayakan penanganan perkara itu ke Korps Baju Cokelat.

Advertisement

"Kita mohon kasus ini harus terungkap. Jangan sampai ada ruang bagi segenap pihak untuk mengatakan ternyata memang benar harus ada tim gabungan pencari fakta," kata Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan.

Istri Novel Baswedan, Rina Emilda akhirnya mencari jalan lain dengan membuat laporan ke Komnas HAM. Komisi merespons dengan membentuk tim pemantauan kasus Novel. Komisi melihat atensi publik begitu tinggi mendorong penegak hukum dan pemerintah segera mengungkap pelaku penyerangan.

Tim beranggotakan tujuh orang. Dikepalai Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga, dengan anggota; Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. Serta unsur masyarakat, yaitu; Franz Magnis Suseno, Abdul Munir Mulkhan, Alissa Wahid dan Bivitri Susanti.

Advertisement

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai turun tangannya Komnas HAM harusnya memicu kepolisian lebih serius menangani kasus itu. Jangan sampai kepercayaan publik semakin pada kepolisian.

"Dengan adanya keterlibatan Komnas HAM bukan mustahil memojokkan polisi sehingga perlu diantisipasi rekomendasi dari komnas," tuturnya saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (14/3) malam.

Neta berharap polisi bisa segera menangkap pelakunya. "Bisa mendorong polisi lebih serius. Setelah ada rekomendasi kita harap polisi tuntaskan secara cepat," tuturnya.

Penyidik senior KPK ini telah selesai dimintai keterangan oleh tim pemantau kemarin. Prosesnya berlangsung selama 7 jam. Anggota tim advokasi Novel, Yati Andriyani mengatakan sejumlah keterangan dan kronologi penyiraman air keras pada 11 April 2017 lalu sudah disampaikan.

Keterangan kedua menyangkut pekerjaan dan kasus-kasus yang pernah ditangani Novel selama bekerja menjadi penyidik di KPK. Kemudian, tim dari Komnas juga menanyakan proses pengungkapan kasus penyerangan tersebut di kepolisian.

Novel berharap keterangan yang diberikan dapat menjadi bahan bagi Komnas HAM untuk mendukung tugas kepolisian mengungkap kasusnya.

"Kita mengharapkan yang disampaikan menjadi sesuatu hal yang baik untuk mendukung tugas-tugas kepolisian dalam rangka mengungkap fakta yang ada," harap Novel.

Ketua tim pemantau, Sandrayati Moniaga, mengatakan laporan masuk pada akhir Januari 2018 lalu. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti lewat rapat paripurna yang dilaksanakan pada 6-7 Februari 2018. Tim ini akan berkerja selama 3 bulan terhitung dari paripurna. Nantinya temuan dari tim akan diberikan ke penegak hukum dalam bentuk rekomendasi.

"Yang diadukan adalah terhentinya proses penyelidikan. Kami melihat proses, kenapa prosesnya terhenti sekian lama? Kami tidak menyelidiki pokok perkara dan penyerangan karena itu ranah polisi," tuturnya.

Baca juga:
Ketua KPK sebut mobil penyidik disiram air keras kejadian lama
Kapolda Metro sebut sudah turunkan 166 penyidik buat ungkap kasus Novel Baswedan
Politisi PDIP cecar Kapolri minta kasus Novel Baswedan segera diungkap
Karena Jokowi tak juga bentuk TGPF kasus Novel
Kubu Novel sebut ada dua mobil penyidik KPK disiram air keras

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.