Komnas HAM Temukan Fakta: Ada Kekerasan Dilakukan Polisi di Desa Wadas
"Banyak warga dewasa dan anak mengalami trauma," ungkapnya.
Komnas HAM menerjunkan tim ke Desa Wadas, Jawa Tengah. Penurunan tim itu guna menggali keterangan dan mencari fakta peristiwa yang terjadi, Selasa (8/2) lalu.
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menuturkan timnya mendapati fakta dari hasil wawancara dengan para warga. Salah satunya adanya kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian dalam pengamanan pengukuran lahan.
"Menemukan fakta adanya kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian dalam pengamanan pengukuran lahan warga yang sudah setuju," kata Beka dalam keterangan tertulis, Selasa (12/2).
Dia juga menjelaskan timnya mendapati informasi beberapa warga belum pulang ke rumah masing-masing karena masih merasa ketakutan. Tidak hanya itu banyak warga dan anak-anak alami trauma.
"Banyak warga dewasa dan anak mengalami trauma," ungkapnya.
Lalu pihaknya juga mendapati fakta terjadi kerenggangan hubungan sosial kemasyarakatan antar warga yang setuju dan menolak penambangan batuan andesit. Beka menjelaskan dengan adanya hal itu, pihaknya akan melanjutkan meminta keterangan pada Minggu (13/2).
"Tim Komnas HAM RI akan melanjutkan upayanya esok (Minggu, 13/2/2022) untuk meminta keterangan beberapa pihak terkait lainnya," pungkasnya.
Baca juga:
Ganjar Pranowo Temui Warga Kontra Penambang Wadas, Sampaikan Ini
Komnas HAM Minta Polda Jateng Sanksi Anggota yang Terbukti Lakukan Kekerasan di Wadas
Polri Klaim Tak Ada Tindakan Kekerasan di Wadas: Masih Sesuai SOP
Warga Wadas Kontra Tambang Berterima Kasih Didatangi Ganjar
Komnas HAM Temukan Kekerasan Aparat Membuat Warga Wadas Trauma