LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Komjen Badrodin sebut Plt Kapolri belum pernah ada di Polri

Badrodin meminta seluruh personelnya jangan menaruh curiga yang justru menimbulkan perpecahan.

2015-01-19 14:45:04
Plt Kapolri
Advertisement

Wakapolri Komjen Badrodin Haiti mengatakan istilah Plt Kapolri belum pernah terjadi di institusi Polri selama ini. Namun demikian, Badrodin memastikan internalnya tidak akan dibuat bingung dengan jabatan Plt Kapolri ini.

"Belum pernah ada di Polri. Nggak (bingung) sih, tetapi organisasi ini harus jalan. Masalah keuangan tentu ada mereka sudah ada KPA," ujarnya di Istana

Mengenai keadaan ini, Badrodin meminta seluruh personelnya jangan menaruh curiga yang justru menimbulkan perpecahan. Badrodin tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan celah dengan menyebarkan isu di internal Polri.

"Tadi pagi sudah saya sampaikan ke seluruhnya, utama jaga institusi Polri, jangan ada fiksi, curiga, tuduh, tidak ada kelompok-kelompokkan ini tempat kita harus kita junjung dan jaga kehormatan," ujarnya.

Badrodin ditunjuk sebagai Plt Kapolri sampai Komjen Budi Gunawan dilantik oleh Presiden Jokowi. Penundaan pelantikan Budi karena status hukumnya di KPK sebagai tersangka.

"Wakapolri diberi wewenang dan tugas seperti Kapolri," ujar Presiden Jokowi.

Topik pilihan: Kapolri Sutarman | Budi Gunawan tersangka

Untuk diketahui, saat era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kejadian serupa pernah terjadi. Jenderal (Purn) Pol Surojo Bimantoro juga pernah diberhentikan sebagai Kapolri, padahal jabatan yang dia emban waktu itu masih baru. Dia menjabat Kapolri di periode Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dari 23 September 2000 hingga 21 Juli 2001.

Pemberhentian bermula ketika Gus Dur marah besar, lantaran tindakan Polri yang mengamankan demo di Jawa Timur kala itu berlebihan hingga harus merenggut nyawa.

Tidak lama setelah peristiwa itu, Gus Dur menonaktifkan Bimantoro sebagai Kapolri, Mei 2001. Tidak terima dengan keputusan presiden, Bimantoro mengadu ke Senayan.

Kisruh Istana dengan Mabes Polri semakin menjadi-jadi ketika Gus Dur menunjuk dan mengukuhkan Jenderal Chaeruddin Ismail sebagai Wakil Kepala Polri. Padahal waktu itu, jabatan wakil kepala Polri sudah dihapus.

Baca juga:
Ini suasana Mabes Polri setelah dirombak Presiden Jokowi
Ketua DPR sebut Jokowi dan JK sudah konsultasi soal Plt Kapolri
Wiranto ogah bicara soal kisruh Kapolri
Soal Plt Kapolri, Hanura sebut Jokowi langgar UU Kepolisian
Soal penetapan Plt Kapolri, Jokowi disebut tak paham hukum
Fadli Zon: Kalau betul ada Plt Kapolri, Jokowi salahi prosedur
Selain Sutarman, Da'i Bachtiar & S Bimantoro dicopot di tengah jalan

Advertisement
(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.