LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Komitmen bangun sektor pariwisata, Puti temui perwakilan Pokdarwis di Gunung Budeg

"Saya ke sini ‎ingin melakukan sosialisasi visi misi kami yaitu program kami Seribu Dewi (seribu desa wisata) yang di dalamnya ada program untuk kelompok sadar wisata," ujar pendamping Saifullah Yusuf atau Gus Ipul itu, Selasa (27/2) sore.

2018-02-27 23:06:50
Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri
Advertisement

Meski pertemuan dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) berada di ujung gunung, namun upaya itu tidak menggentarkan calon wakil gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno untuk tetap bertemu tatap muka Pok Darwis di Kabupaten Tulungagung‎. Pertemuan itu dilaksanakan di Pendopo Gunung Budheg, Desa Tanggung, Kecamatan Campur Darat.

Antusias kedatangan cucu Bung Karno itu tidak disia-siakan oleh Pokdarwis. Total ada 40 perwakilan Pokdarwis kabupaten Tulungagung yang hadir di acara tatap muka itu.

"Saya ke sini ‎ingin melakukan sosialisasi visi misi kami yaitu program kami Seribu Dewi (seribu desa wisata) yang di dalamnya ada program untuk kelompok sadar wisata," ujar pendamping Saifullah Yusuf atau Gus Ipul itu, Selasa (27/2) sore.

Advertisement

Mantan anggota DPR RI dua periode itu menyatakan ada dua yang ‎hal dalam pembangunan pariwisata di Jawa Timur, yaitu membangun pariwisata berbasis masyarakat berbasis desa, lalu dikoneksikan dengan ekonomi kreatif. "Ini, yang selama ini belum terlalu diperhatikan," ungkap Puti.

Oleh sebab itu, program Seribu Dewi itu menjawab persoalan selama ini. Puti menegaskan, jika nanti dirinya dengan Gus Ipul diberi amanah memimpin Jawa Timur, maka pariwisata harus menjadi penjung nasional. Tentunya, program yang diusung itu akan memfasilitasi Pokdarwis melalui penguatan modal, pelatihan dan terkoneksi mempromosikan desa wisata.

Bukan hanya itu, seribu desa wisata itu juga memperhatikan pertumbuhan UMKM, koperasi dan pembangunan infrastruktur serta promosi yang menggandeng para Netizen.‎ "Sehingga yang datang tidak hanya menarik wisatawan lokal saja, tetapi juga wisatawan asing," tutupnya.

Advertisement

Wisata Gunung Budheg ini merupakan peninggalan sejarah babad Tulungagung. Kisah itu berawal saat si Joko Tawang, jejaka desa yang tergila-gila pada putri Kadipaten Bethak bernama Roro Kembangsore. Joko Tawang sampai meninggalkan ibunya di rumah untuk mencari Roro Kembang Sore yang kabur.

Roro Kembangsore pun akhirnya mau menerima cinta Joko Tawang tetapi ada syaratnya, yaitu harus melakukan puasa diam selama 40 hari dengan kerudung cikrak (alat untuk membuang sampah). Selama dalam puasa tersebut sang ibu Joko Tawang, Mbok Rondho Dadapan mencari-cari anaknya yang tak kunjung pulang.

Akhirnya sang ibu menemukan Joko Tawang sedang duduk sendirian sambil memakai kerudung cikrak. Sang ibu memanggil-manggilnya. Namun Joko Tawang diam tak mau menjawab panggilan ibunya.

Sang ibu pun mengutuk anaknya seperti batu. Dan ternyata kutukan itu dikabulkan, si Joko Tawang berubah menjadi batu. Akhirnya batu tersebut dinamakan Joko Budheg.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.