Komisi IX Usul Petugas Publik Dapat Booster Vaksin Covid-19 Setelah Tenaga Kesehatan
Melki juga mendorong percepatan booster terhadap tenaga kesehatan. Saat ini baru kurang lebih 30 persen tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan booster.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melkiades Laka Lena, mengusulkan petugas publik mendapatkan booster atau suntikan ketiga vaksin Covid-19 setelah tenaga kesehatan selesai. Sebab pekerja publik butuh perlindungan ekstra karena sering bertemu dengan masyarakat.
"Setelah vaksinasi dengan tenaga kesehatannya selesai, kita mendorong agar petugas publik akan diberikan booster sehingga mereka mendapatkan proteksi yang baik dan tetap melayani masyarakat dengan baik," ujar Melki dalam keterangannya, Jumat (27/8).
Petugas publik ini, kata Melki, termasuk pejabat publik, serta pekerja media yang masih sering turun ke lapangan.
"Petugas dan pejabat publik yang sering ketemu orang dan mengurus covid perlu divaksin booster juga resikonya mirip dengan nakes," kata Melki.
"Teman-teman jurnalis perlu juga diberi booster terutama yang di lapangan kan sering bertemu banyak pihak," sambungnya.
Melki juga mendorong percepatan booster terhadap tenaga kesehatan. Saat ini baru kurang lebih 30 persen tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan booster.
"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi seluruh tenaga kesehatan sudah bisa dibooster untuk mendapatkan vaksinasi ketiga sehingga bisa memperkuat imunitasnya, memproteksi mereka dalam melaksanakan tugas sehari-hari," ujarnya.
Baca juga:
Jokowi Kirim Paket Sembako untuk 1.400 Peserta Vaksinasi di Jayapura
Menunggu Terobosan Pemerintah Memperluas Jangkauan Vaksinasi ke Pelosok Daerah
Sederet Artis Ini Adakan Vaksinasi Covid-19 Massal Gratis, Terbaru Guntur Triyoga
512.000 Nakes Sudah Dapat Booster Vaksin Moderna
Ratusan Pelajar di Jayapura Jalani Vaksinasi Covid-19
Politikus PKS Minta Pejabat Gunakan Booster Vaksin Ditindak
Ini 5 Mitos Terkait Vaksin Covid-19 untuk Anak