LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Komisi II DPR minta kasus temuan e-KTP palsu ditangani serius

Ketua Komisi II DPR Lukman Edy, meminta penanganan perkara dugaan pemalsuan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dilakukan secara serius. Kasus ini terungkap saat 36 cetakan e-KTP dikirim dari Kamboja ke Jakarta pada Jumat (3/2) kemarin, melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan perusahaan jasa titipan, Fedex.

2017-02-11 13:04:00
E-KTP
Advertisement

Ketua Komisi II DPR Lukman Edy, meminta penanganan perkara dugaan pemalsuan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dilakukan secara serius. Kasus ini terungkap saat 36 cetakan e-KTP dikirim dari Kamboja ke Jakarta pada Jumat (3/2) kemarin, melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan perusahaan jasa titipan, Fedex.

"Ini sudah tentang pemalsuan dokumen. Diduga kuat ini masif. Jadi harus serius diselesaikannya," kata Lukman dalam diskusi tentang 'Bersatu Dalam Pilkada' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2).

Lukman menuturkan, berdasarkan penelusurannya di lapangan, aparat tidak merespon cepat kasus tersebut. Di samping itu, pemerintah tidak menyampaikan secara cepat adanya perkara dugaan pemalsuan e-KTP kepada masyarakat.

"Saya yang pertama kali melakukan sidak ke Bea dan Cukai begitu muncul kasus ini. Saya lalu tanya, ada polisi atau enggak? Mereka bilang belum ada polisi. Lah ini bagaimana?" ucapnya.

Karena kurang cepatnya respon pemerintah dan pihak kepolisian, informasi bohong kembali mewarnai media sosial. Dugaan pemalsuan e-KTP ini bahkan dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyerang pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Yang soal begini jangan kami-kami ini dianggap mengada-ada. Harus dibuka dong secara jelas supaya transparan, informasi itu hoax atau bukan. Jangan malah ditutup-tutupi," pungkas Lukman.

Baca juga:
KTP palsu dari Kamboja buat timbulkan ketidakpercayaan pada KPU
Temuan e-KTP dari Kamboja bukan buat Pilgub DKI, tapi kejahatan ini
Bea Cukai sebut 36 KTP dari Kamboja pakai identitas palsu
DPR yakin 36 e-KTP dari Kamboja bukan untuk kecurangan Pilkada
Polri siap terima bola dari Bea Cukai soal puluhan KTP dari Kamboja

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.