LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Komisi I DPR Melihat Ada Hal Positif Pelarangan WNI ke Malaysia

Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya, mengatakan keputusan Malaysia itu wajar untuk melindungi warganya dari penyebaran virus corona. Bagi Indonesia, kata Willy, tidak ada yang dirugikan. Hubungan diplomatik kedua negara juga tidak berhenti.

2020-09-08 08:12:23
Covid-19
Advertisement

Sebagai langkah pencegahan Covid-19, Malaysia menerapkan larangan masuk bagi warga negara Indonesia. Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya, coba melihat pelarangan itu dari sisi positif.

Dia menilai, aturan itu justru bisa menguntungkan negara karena devisa pariwisata dan perdagangan tidak lari ke luar negeri.

"Saya rasa tidak ada kerugian bagi Indonesia. Malah bisa jadi lebih menguntungkan karena devisa pariwisata dan perdagangan dari Indonesia justru tidak pergi ke Malaysia dan dibelanjakan di dalam negeri," ujar Willy kepada wartawan, Selasa (8/9).

Advertisement

Willy mengatakan, keputusan Malaysia itu wajar untuk melindungi warganya dari penyebaran virus corona. Bagi Indonesia, kata Willy, tidak ada yang dirugikan. Hubungan diplomatik kedua negara juga tidak berhenti.

"Dalam hubungan diplomatik pun saya kira tidak akan berhenti karena pelarangan WNI," kata politikus Nasdem ini.

Mengenai kasus positif tinggi yang menjadi alasan pelarangan itu, Willy mengakui memang ada peningkatan. Namun, pemerintah terus memperbaiki rantai pengendalian Covid-19 dengan berbagai kebijakan.

Advertisement

"Ada rantai pengendalian yang panjang dari sekadar data peningkatan positif yang saya kira terus diperbaiki oleh pemerintah. Kita sudah punya RS Khusus Covid-19 di Pulau Galang, sudah membuat kebijakan pengendalian Kesehatan dan ekonomi, bahkan pemeriksaan PCR Swab juga terus meningkat, bahkan lembaga riset kampus dan industri farmasi kita juga sedang mempersiapkan vaksin," kata Willy.

Willy mengatakan, sumber daya Indonesia harus diakui mampu mengembangkan cara melawan pandemi. Ada hal yang tidak dilihat Malaysia mengenai perkembangan kekuatan sumber daya Indonesia melawan Covid-19.

"Ini yang sering kali tidak dilihat bukan hanya oleh Malaysia, bahkan bangsa kita sendiri cenderung abai atau bahkan merendahkan kemampuan internal," kata dia.

"Kalau hasilnya saat ini belum terlihat oleh Malaysia bisa jadi karena mereka tidak melihat perkembangan pengerahan kekuatan sumber daya Indonesia untuk melawan covid," pungkasnya.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.