LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kominfo imbau warga tak mudah sebarkan informasi hoax dan ujaran kebencian

Kominfo imbau warga tak mudah sebarkan informasi hoax dan ujaran kebencian. Kementerian Komunikasi dan Informatika memperingatkan warga menghilangkan hobi menyebarkan informasi tak benar alias hoax dan pesan kebencian di media sosial.

2017-09-20 16:56:05
Grup Saracen
Advertisement

Kementerian Komunikasi dan Informatika memperingatkan warga menghilangkan hobi menyebarkan informasi tak benar alias hoax dan pesan kebencian di media sosial. Sebab, setiap yang diperbuat di media sosial akan meninggalkan jejak digital untuk mudah dilacak.

"Misal rekan-rekan mau kirim apa dari mana, ada jejak, (melalui) digital forensik bisa dilacak," kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza dalam diskusi membicarakan polemik Sindikat penyebar ujaran kebencian Saracen bertajuk 'Dagangan Ala Lapak Saracen' oleh Mabes Polri, Rabu (20/9).

Menurut dia, segala sesuatu yang beredar di internet bisa dilacak keberadaannya. Ia memperingatkan kepada pihak yang suka menyebarkan ujaran kebencian untuk tak melakukannya lagi lantaran bisa dilacak kominfo maupun kepolisian.

"Ini tidak ada ampun. Apapun di internet bisa dicari, di internet tidak bisa melarikan diri," ujar dia.

Noor mengatakan, Kominfo menerima peningkatan laporan terkait ujaran kebencian. Laporan yang masuk paling tinggi pada bulan Januari 2017 ketika masa Pilkada Serentak.

Noor pun mengimbau masyarakat agar melakukan filter informasi di media sosial. Sebab, ia menilai tingkat literasi di Indonesia masih kurang. Namun begitu, ia bangga adanya gerakan melawan hoax yang gencar dilakukan penggiat media sosial awal tahun ini. Sehingga kesadaran mengenai hoax mulai meningkat.

"Masyarakat pahami itu yang mereka terima ada konten negatif, tidak semua positif. Jangan langsung forward, langsung share," pungkasnya.

Baca juga:
Penyidik bawa ketua Saracen Jasriadi ke RS Polri untuk dites kejiwaan
Polisi akan periksa kejiwaan pimpinan Saracen
Polisi sebut dari data PPATK ada sosok dikenal publik terlibat Saracen
Dari website Saracen, Asma Dewi masuk struktur organisasi
Eggy Sudjana tak mau penuhi panggilan pemeriksaan terkait Saracen
Mencari bukti keterlibatan Asma Dewi dalam kelompok Saracen
Berkas Faisal dan Sri 'Saracen' lengkap, segera disidang

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.