Kolaborasi UMY dan ANTARA: Perkuat Citra Kampus Melalui Pelatihan Fotografi Kehumasan
Direktorat Komunikasi Publik UMY berkolaborasi dengan ANTARA Biro DIY menggelar pelatihan Fotografi Kehumasan, bertujuan memperkuat citra kampus dan kualitas dokumentasi visual.
Direktorat Komunikasi Publik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Kantor Berita ANTARA Biro DIY baru saja menyelenggarakan pelatihan khusus. Kegiatan bertajuk "Kelas Fotografi Kehumasan" ini berlangsung di Yogyakarta pada hari Senin, 1 Desember. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dokumentasi visual dan memperkuat citra kampus di mata publik.
Pelatihan ini merupakan inisiatif strategis untuk membekali tim Sub Direktorat Komunikasi Publik UMY dengan kemampuan fotografi yang lebih mumpuni. Ratih Herningtyas, Direktur Direktorat Komunikasi Publik UMY, menjelaskan bahwa hal ini krusial dalam mendukung pembangunan jenama institusi. Kualitas visual kini menjadi penentu penting dalam komunikasi publik modern.
Melalui kegiatan ini, UMY berupaya menciptakan dokumentasi yang tidak hanya profesional tetapi juga mampu bercerita. Fotografi dianggap sebagai media efektif untuk menyampaikan nilai, karakter, dan identitas kampus. Harapannya, peserta dapat mengembangkan perspektif baru mengenai peran foto dalam penyampaian pesan kehumasan.
Pentingnya Visual dalam Penguatan Citra Kampus
Ratih Herningtyas menegaskan bahwa fotografi telah bertransformasi dari sekadar gambar menjadi alat narasi yang kuat. Ia menyatakan, "Sangat penting bagi kami untuk menyelenggarakan pelatihan fotografi ini, karena saat ini foto bukan lagi sekadar gambar." Foto kini mampu mengkomunikasikan nilai dan citra sebuah institusi secara mendalam.
Pelatihan ini dirancang untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperluas wawasan mereka. Harapannya, peserta dapat memahami bagaimana foto berperan vital dalam komunikasi publik. Kegiatan ini diharapkan memberikan "insight" berharga untuk menghasilkan karya fotografi yang sesuai harapan UMY.
Senada dengan itu, Kepala ANTARA Biro DIY, Nur Istibsaroh, menyoroti dampak besar kualitas visual terhadap persepsi publik. Menurutnya, citra perguruan tinggi tidak hanya terbentuk dari program kerja atau narasi verbal. Visual yang konsisten dan kuat juga memegang peranan penting dalam membentuk identitas kampus.
Nur Istibsaroh berharap pelatihan ini akan membantu UMY memperkuat identitasnya sebagai "Kampus Muda Mendunia." Salah satu caranya adalah melalui penggunaan fotografi yang mampu bercerita dan menyampaikan pesan secara efektif. Ini akan mendukung upaya UMY dalam membangun jenama yang kuat dan dikenal luas.
Materi dan Teknik dalam Kelas Fotografi Kehumasan
Pelatihan Fotografi Kehumasan ini menghadirkan Andreas Fitri Atmoko, seorang pewarta foto berpengalaman dari ANTARA. Ia membekali peserta dengan berbagai materi esensial. Materi tersebut meliputi teknik dasar dan lanjutan fotografi kehumasan yang relevan untuk kebutuhan institusi.
Selain aspek teknis, peserta juga diajarkan mengenai etika pengambilan gambar yang profesional. Pemahaman etika ini penting agar dokumentasi visual tetap kredibel dan sesuai standar jurnalistik. Materi juga mencakup penyusunan narasi visual yang efektif untuk menyampaikan pesan secara koheren.
Peserta juga mendapatkan panduan khusus mengenai penyusunan takarir foto, mirip dengan penulisan jurnalistik. Penulisan takarir yang baik memastikan konteks foto tersampaikan dengan jelas. Ini membantu publik memahami esensi dari setiap gambar yang dipublikasikan.
Aplikasi Praktik dan Evaluasi Hasil Fotografi
Sesi praktik menjadi bagian integral dari pelatihan ini, memungkinkan peserta mengaplikasikan teori yang telah dipelajari. Mereka ditugaskan untuk memotret berbagai objek di lingkungan kampus UMY. Tema pemotretan berkaitan erat dengan jenama UMY, seperti gedung, fasilitas, serta aktivitas civitas academica dan tenaga pendidik.
Praktik ini juga mencakup tema lingkungan, menunjukkan komitmen UMY terhadap keberlanjutan. Dalam sesi ini, peserta menerapkan teknik EDFAT (Entire, Details, Frame, Angle, Time) yang sebelumnya telah dipelajari. Teknik ini membantu mereka menghasilkan foto yang komprehensif dan memiliki nilai cerita.
Setelah sesi praktik, seluruh hasil foto peserta dievaluasi bersama Andreas Fitri Atmoko. Sesi evaluasi ini menjadi ajang diskusi dan pertukaran ide yang interaktif. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pemilihan sudut, penguatan pesan visual, serta teknik penyampaian cerita melalui foto.
Evaluasi bersama ini bertujuan untuk menyempurnakan kemampuan peserta dalam menghasilkan karya fotografi. Diharapkan, melalui umpan balik langsung, mereka dapat terus meningkatkan kualitas dokumentasi visual. Ini akan berkontribusi pada penguatan citra UMY sebagai kampus yang dinamis dan inovatif.
Sumber: AntaraNews