LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

\'Koboi Palmerah\' boleh pakai mobil TNI asal izin

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Ada dua jenis izin untuk kendaraan dinas TNI. Pertama, yakni Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk komando dan SIM dinas.

2012-05-02 11:11:53
Koboi palmerah
Advertisement

Kapten A, anggota TNI yang kedapatan mengumbar tembakan di kawasan Palmerah, Jakarta, Senin, (30/4), diketahui menggunakan mobil dinas untuk urusan keluarga. Namun, hal itu tidak menjadi persoalan jika, perwira tersebut izin lebih dulu.

Mantan Sekretaris Militer, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, mengatakan ada dua jenis izin untuk kendaraan dinas TNI. Pertama, yakni Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk komando dan SIM dinas.

"Kalau SIM komando untuk izin kendaraan karena fungsi jabatannya, komandan kodim misalnya. Tapi kalau SIM dinas bisa untuk keperluan pribadi," kata Hasanuddin saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (2/5).

Menurut anggota Komisi I DPR ini, yang terpenting sekarang adalah soal pemukulan dan intimidasi dengan senjata yang dilakukan kapten A. "Ini arogan, apalagi dia seorang perwira berpangkat kapten. Kalau ada masalah ya harus diselesaikan secara hukum dong," ujar dia.

Penyelesaian secara hukum, kata Hasanuddin, akan menguak siapa sebenarnya yang bersalah, sehingga perkelahian itu tidak terjadi. "Siapa tahu warga sipilnya yang salah duluan, kita kan tidak tahu," ujar politikus PDIP ini.

Seperti diberitakan, mobil bernomor polisi Mabes TNI AD itu digunakan Kapten A untuk menjemput ibunya yang sedang sakit. Mobil itu berjenis Toyota Avanza warna hijau lumut dengan pelat nomor mobil TNI 1394-00.

"Yang bersangkutan mau ke bandara jemput ibunya yang sakit jantung," ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI Angkatan Darat (AD), Brigjen (inf) Pandji Suko Hari Judo kepada merdeka.com, Selasa (1/5).

Saat itu, kata Pandji, Kapten A membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Di tengah kondisi jalan yang macet, seorang pengendara motor berusaha menegurnya. Ketika sama-sama turun, tiba-tiba saja Kapten A terpancing emosinya karena pengendara motor menendang mobilnya.

"Padahal pas dilihat tidak ada bekas serempetan," kata Pandji.(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.