Koalisi Merah Putih tolak penjualan pesawat kepresidenan RI
Mereka menilai jauh lebih menguntungkan jika presiden naik pesawat khusus. Dari segi keamanan dan biaya.
Koalisi Merah Putih menolak keras adanya usulan penjualan pesawat kepresidenan. Juru Bicara Koalisi Merah-Putih Tantowi Yahya mengatakan, adanya pesawat kepresidenan adalah sebagai upaya untuk memberikan keamanan dan efisiensi anggaran.
"Di sini menunjukkan koalisi tidak selalu sependapat dengan usulan yang menurut kami berlawanan dengan konsep efektivitas, efisien dan rasa keamanan," kata Tantowi kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/9).
Wakil Ketua Komisi I DPR itu menegaskan, ada sejumlah alasan mengapa pihaknya menolak keras terhadap usulan penjualan pesawat kepresidenan tersebut. Dari segi keamanan, pesawat kepresidenan lebih terjamin dibandingkan dengan pesawat komersil atau pesawat sewaan.
"Faktor keamanan, akan lebih aman naik sendiri, seluruh petugas intelijen, polisi, terhadap pesawat tersebut dibandingkan pesawat umum," jelasnya.
Selain itu, kata Tantowi, dengan menggunakan pesawat kepresidenan maka negara dapat menghemat anggaran. "Kan kita sudah ada penghitungan cermat, sekian ratus miliar bisa dihemat," imbuhnya.
Dari segi waktu pun, kata Tantowi, presiden dapat melakukan kunjungan ke negara lain dengan pesawat sendiri. Sehingga akan mempersingkat waktu kerja yang dilakukan presiden.
"Efisiensi waktu, bila harus menggunakan pesawat komersial, bayangkan faktor transit berapa lama, presiden waktunya terbatas, 360 hari kan presiden kerja. Lalu efektif, karena beliau bisa kunjungan sekali jalan," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Politisi PDIP Maruarar Sirait mengusulkan agar presiden terpilih Joko Widodo menjual pesawat kepresidenan sebagai langkah penghematan anggaran negara. Hal itu adalah salah satu pilihan agar pemerintah Jokowi tidak menaikan harga BBM.
"Efisiensi rakyat juga harus lihat seperti pengurangan anggaran perjalanan dinas. Ke depan saya usulkan pesawat presiden dijual saja, ini untuk efisien. Pemimpin tidak sederhana bagaimana orang bisa sederhana," ujar Maruarar Sirait di Jakarta, Senin (1/9).(mdk/ian)