KM Putri Krakatau tenggelam, satu penumpang ditemukan tewas
Kapal Motor (KM) Putri Krakatau tenggelam di Perairan Selat Sunda akibat gelombang tinggi.
Satu penumpang Kapal Motor (KM) Putri Krakatau yang tenggelam ditemukan tim SAR sudah tidak bernyawa di sekitar Pulau Sangiang, Perairan Selat Sunda. KM Putri Krakatau yang mengangkut 23 orang tersebut berangkat dari Pulau Mutiara, Jakarta Jumat (12/7) sekitar 20.00 WIB, namun, KM nahas tersebut tenggelam di Perairan Selat Sunda akibat gelombang tinggi pada Sabtu (13/7).
"Jenazah penumpang kapal itu diketahui bernama Evans Tanurdin," kata Koordinator SAR Angkutan Sungai, Danau Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Merak, Rodmiadi, seperti dikutip Antara, Minggu (21/7).
Rodmiadi menjelaskan, kapal wisata tersebut hendak melakukan melakukan diving di sekitar Perairan Selat Sunda. Namun, nahas, sehari pasca keberangkatan kapal yang mengangkut 23 orang yang terdiri dari 17 warga Indonesia dan enam Warga Negara Jepang tersebut harus dihantam gelombang tinggi.
Dalam kecelakaan laut tersebut, lanjutnya, 21 penumpang selamat namun, dua lainnya hilang.
"Kedua penumpang yang hilang itu atas nama Evans Tanurdin dan Darwis. Kami saat ini tinggal satu penumpang lagi yang belum ditemukan atas nama Darwis sebagai anak buah kapal," katanya.
Rodmiadi pun mengaku tak tahu menahu saat ditanya pemilik kapal mewah tersebut ialah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.
"Kami tidak tahu siapa pemilik kapal KM Putri Krakatau karena mereka berangkat tanpa memberitahu ke petugas SAR," paparnya.
Saat ini, tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Polair Polda Banten dan Lanal Angkutan Laut hingga kini masih melakukan pencarian satu penumpang lagi yang belum ditemukan itu.